Kampanye pemilu Myanmar dimulai Selasa, 8 September 2020, dengan Aung San Suu Kyi, --yang tetap dikagumi dan dihormati secara luas di dalam negeri meskipun citranya tercoreng di luar negeri,-- berharap kemenangan besar untuk semakin memperkuat statusnya sebagai pemimpin sipil negara itu.
Kampanye pemilu Myanmar dimulai Selasa, 8 September 2020, dengan Aung San Suu Kyi, --yang tetap dikagumi dan dihormati secara luas di dalam negeri meskipun citranya tercoreng di luar negeri,-- berharap kemenangan besar untuk semakin memperkuat statusnya sebagai pemimpin sipil negara itu.
Mengenakan masker wajah berwarna merah, face shield, dan sarung tangan karet, Suu Kyi Selasa pagi mengibarkan bendera National League for Democracy (NLD) - dengan simbol merak tarung - di dalam sebuah upacara kecil kantor partai di ibu kota, Naypyidaw.
Mengenakan masker wajah berwarna merah, face shield, dan sarung tangan karet, Suu Kyi Selasa pagi mengibarkan bendera National League for Democracy (NLD) - dengan simbol merak tarung - di dalam sebuah upacara kecil kantor partai di ibu kota, Naypyidaw.
"Hari ini, kampanye kemenangan kita telah dimulai. Saya ingin mengatakan bahwa melestarikan bendera kemenangan kita berarti membuat perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran bangsa tahan lama," kata Suu Kyi.
NLD, yang menang telak pada pemungutan suara 2015 untuk mengakhiri setengah abad pemerintahan dukungan militer, diperkirakan akan menang lagi meskipun dengan selisih yang tipis.
NLD, yang menang telak pada pemungutan suara 2015 untuk mengakhiri setengah abad pemerintahan dukungan militer, diperkirakan akan menang lagi meskipun dengan selisih yang tipis.

Suu Kyi Memulai Tahapan Pemilu Myanmar

Internasional myanmar aung san suu kyi
08 September 2020 15:43
Yangon: Kampanye pemilu Myanmar dimulai Selasa, 8 September 2020, dengan Aung San Suu Kyi, --yang tetap dikagumi dan dihormati secara luas di dalam negeri meskipun citranya tercoreng di luar negeri,-- berharap kemenangan besar untuk semakin memperkuat statusnya sebagai pemimpin sipil negara itu.

Mengenakan masker wajah berwarna merah, face shield, dan sarung tangan karet, Suu Kyi Selasa pagi mengibarkan bendera National League for Democracy (NLD) - dengan simbol merak tarung - di dalam sebuah upacara kecil kantor partai di ibu kota, Naypyidaw.

"Hari ini, kampanye kemenangan kita telah dimulai. Saya ingin mengatakan bahwa melestarikan bendera kemenangan kita berarti membuat perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran bangsa tahan lama," kata Suu Kyi.

Pemilu itu akan menjadi ujian bagi pemerintahan demokratis pertama Myanmar dalam setengah abad belakangan ini. Pemilu juga dipandang oleh para analis sebagai ujian penting dalam peralihan, dari pemerintahan yang dipimpin langsung oleh militer, di Myanmar pada saat negara dilanda krisis di berbagai bidang.

Suu Kyi, yang memerintah sebagai penasihat negara, telah merencanakan untuk meluncurkan kampanyenya di ibu kota komersial, Yangon, Senin, 7 September 2020, tetapi akhirnya dibatalkan atas saran kementerian kesehatan.

NLD, yang menang telak pada pemungutan suara 2015 untuk mengakhiri setengah abad pemerintahan dukungan militer, diperkirakan akan menang lagi meskipun dengan selisih yang tipis.

Gelombang pernak-pernik NLD merah telah melanda Yangon, dengan toko-toko percetakan dalam beberapa pekan terakhir bekerja keras untuk memproduksi stiker, kaus oblong, dan topeng.

"Saya tidak memikirkan tentang kebijakan atau kandidat. Saya mencintai Ibu Suu dan saya menyukai apa yang dia lakukan untuk negara kami," kata Myint Myint Htay, seorang pedagang kaki lima. AFP PHOTO/Thet Aung

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif