Para pekerja tengah menyelesaikan pembangunan asrama untuk pekerja migran di Singapura, Jumat, 5 Juni 2020.
Para pekerja tengah menyelesaikan pembangunan asrama untuk pekerja migran di Singapura, Jumat, 5 Juni 2020.
Pemerintah Singapura membangun perumahan tambahan untuk ribuan pekerja migran, dalam upaya mengurangi kepadatan di asrama-asrama setelah melihat wabah massal infeksi virus korona (covid-19).
Pemerintah Singapura membangun perumahan tambahan untuk ribuan pekerja migran, dalam upaya mengurangi kepadatan di asrama-asrama setelah melihat wabah massal infeksi virus korona (covid-19).
Negara berpenduduk 5,7 juta orang itu memiliki lebih dari 35 ribu kasus covid-19, salah satu jumlah kasus terbesar di Asia. Sebagian besar kasus covid-19 di Singapura disebabkan oleh penularan yang terjadi di asrama-asrama yang sempit dengan tempat tidur susun yang menampung lebih dari 300 ribu orang, yang sebagian besar adalah pekerja migran dari Asia Selatan.
Negara berpenduduk 5,7 juta orang itu memiliki lebih dari 35 ribu kasus covid-19, salah satu jumlah kasus terbesar di Asia. Sebagian besar kasus covid-19 di Singapura disebabkan oleh penularan yang terjadi di asrama-asrama yang sempit dengan tempat tidur susun yang menampung lebih dari 300 ribu orang, yang sebagian besar adalah pekerja migran dari Asia Selatan.
Singapura akan menciptakan ruang tambahan melalui struktur sementara yang dapat disatukan dengan cepat dalam bentuk modular. Ruang tambahan itu juga sementara akan memanfaatkan properti negara yang tidak digunakan, seperti bekas sekolah dan pabrik kosong, kata kementerian tenaga kerja dan pembangunan nasional Singapura.
Singapura akan menciptakan ruang tambahan melalui struktur sementara yang dapat disatukan dengan cepat dalam bentuk modular. Ruang tambahan itu juga sementara akan memanfaatkan properti negara yang tidak digunakan, seperti bekas sekolah dan pabrik kosong, kata kementerian tenaga kerja dan pembangunan nasional Singapura.

Singapura Bangun Asrama untuk Pekerja Migran

05 Juni 2020 11:46
Singapura: Pemerintah Singapura membangun perumahan tambahan untuk ribuan pekerja migran, dalam upaya mengurangi kepadatan di asrama-asrama setelah melihat wabah massal infeksi virus korona (covid-19).

Negara berpenduduk 5,7 juta orang itu memiliki lebih dari 35 ribu kasus covid-19, salah satu jumlah kasus terbesar di Asia.

Sebagian besar kasus covid-19 di Singapura disebabkan oleh penularan yang terjadi di asrama-asrama yang sempit dengan tempat tidur susun yang menampung lebih dari 300 ribu orang, yang sebagian besar adalah pekerja migran dari Asia Selatan.

Singapura akan menciptakan ruang tambahan melalui struktur sementara yang dapat disatukan dengan cepat dalam bentuk modular. Ruang tambahan itu juga sementara akan memanfaatkan properti negara yang tidak digunakan, seperti bekas sekolah dan pabrik kosong, kata kementerian tenaga kerja dan pembangunan nasional Singapura.

Pemerintah mengatakan asrama adalah pendekatan praktis untuk menampung para pekerja migran di Singapura -- negara yang kekurangan lahan, tetapi pemerintah berupaya meningkatkan beberapa standar akomodasi.

Pemerintah Singapura sedang menguji standar baru, termasuk peningkatan ruang untuk tinggal setiap penghuni, mengurangi jumlah tempat tidur di setiap kamar dan mengurangi jumlah orang yang harus berbagi toilet dan kamar mandi.

Dalam jangka panjang, pemerintah berencana membangun asrama permanen baru untuk menampung hingga 100 ribu pekerja. Pembangunan akan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk penyelesaian. Sekitar 11 asrama akan siap dalam satu atau dua tahun ke depan.

Pemerintah juga mempelajari kemungkinan membangun dan menyewakan asrama-asrama tersebut. Saat ini, operator komersial membangun dan mengoperasikannya.

Sekitar 40 ribu buruh migran, yang sebagian besar telah dipindahkan dari asrama ke akomodasi alternatif, telah dinyatakan sehat untuk lanjut bekerja. Sekitar setengah dari seluruh buruh migran itu telah terinfeksi dan pulih dari penyakit. AFP PHOTO/Roslan Rahman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional Virus Korona singapura covid-19