Sepertiga dari hampir 2 ribu pelaut yang ditugaskan pada kelompok angkatan laut kapal induk Prancis Charles de Gaulle, telah dinyatakan positif mengidap virus korona (covid-19).
Sepertiga dari hampir 2 ribu pelaut yang ditugaskan pada kelompok angkatan laut kapal induk Prancis Charles de Gaulle, telah dinyatakan positif mengidap virus korona (covid-19).
Menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, sekitar 1.767 pelaut, hampir semuanya dari kapal induk Charles de Gaulle telah diuji, dan hasilnya menunjukkan setidaknya 668 terinfeksi covid-19. Hasil yang keluar masih belum dari sepertiga dari tes.
Menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, sekitar 1.767 pelaut, hampir semuanya dari kapal induk Charles de Gaulle telah diuji, dan hasilnya menunjukkan setidaknya 668 terinfeksi covid-19. Hasil yang keluar masih belum dari sepertiga dari tes. "Tiga puluh satu personil hari ini dirawat di rumah sakit," katanya kementerian. "Tes lanjutan sedang dilakukan."
Pembawa virus korona diduga merupakan pelaut yang baru-baru ini ambil bagian dalam latihan dengan angkatan laut Eropa utara di Laut Baltik. Mereka tiba di rumah di Toulon dua minggu lebih awal dari yang dijadwalkan setelah sekitar 40 anggota awak menunjukkan tanda-tanda gejala covid-19.
Pembawa virus korona diduga merupakan pelaut yang baru-baru ini ambil bagian dalam latihan dengan angkatan laut Eropa utara di Laut Baltik. Mereka tiba di rumah di Toulon dua minggu lebih awal dari yang dijadwalkan setelah sekitar 40 anggota awak menunjukkan tanda-tanda gejala covid-19.
Anggota kru yang sakit telah ditempatkan di bawah pengawasan medis yang ketat di atas kapal bertenaga nuklir itu. Sementara itu, tim yang dilengkapi untuk melakukan tes pertama diterbangkan ke kapal tersebut.
Anggota kru yang sakit telah ditempatkan di bawah pengawasan medis yang ketat di atas kapal bertenaga nuklir itu. Sementara itu, tim yang dilengkapi untuk melakukan tes pertama diterbangkan ke kapal tersebut.
Awak dari Charles de Gaulle dan fregat Chevalier Paul sekarang berada di dalam pangkalan angkatan laut mereka, sementara pilot pesawat tempur dan helikopter pengangkut juga dalam karantina. Kepala angkatan laut telah memerintahkan penyelidikan, kata kementerian itu.
Awak dari Charles de Gaulle dan fregat Chevalier Paul sekarang berada di dalam pangkalan angkatan laut mereka, sementara pilot pesawat tempur dan helikopter pengangkut juga dalam karantina. Kepala angkatan laut telah memerintahkan penyelidikan, kata kementerian itu.

668 Awak Kapal Induk Prancis Positif Covid-19

16 April 2020 15:14
Paris: Sepertiga dari hampir 2 ribu pelaut yang ditugaskan pada kelompok angkatan laut kapal induk Prancis Charles de Gaulle, telah dinyatakan positif mengidap virus korona (covid-19). Hal tersebut diungkapkan Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, Rabu, 15 April 2020 waktu setempat.

Menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, sekitar 1.767 pelaut, hampir semuanya dari kapal induk Charles de Gaulle telah diuji, dan hasilnya menunjukkan setidaknya 668 terinfeksi covid-19. Hasil yang keluar masih belum dari sepertiga dari tes. "Tiga puluh satu personil hari ini dirawat di rumah sakit," katanya kementerian. "Tes lanjutan sedang dilakukan."

Pembawa virus korona diduga merupakan pelaut yang baru-baru ini ambil bagian dalam latihan dengan angkatan laut Eropa utara di Laut Baltik. Mereka tiba di rumah di Toulon dua minggu lebih awal dari yang dijadwalkan setelah sekitar 40 anggota awak menunjukkan tanda-tanda gejala covid-19.

Anggota kru yang sakit telah ditempatkan di bawah pengawasan medis yang ketat di atas kapal bertenaga nuklir itu. Sementara itu, tim yang dilengkapi untuk melakukan tes pertama diterbangkan ke kapal tersebut.

Awak dari Charles de Gaulle dan fregat Chevalier Paul sekarang berada di dalam pangkalan angkatan laut mereka, sementara pilot pesawat tempur dan helikopter pengangkut juga dalam karantina. Kepala angkatan laut telah memerintahkan penyelidikan, kata kementerian itu.

Charles de Gaulle berlayar ke Mediterania timur pada 21 Januari untuk mendukung operasi militer Prancis melawan militan Islam di Irak dan Suriah, sebelum dikerahkan ke Atlantik dan kemudian Baltik. AFP PHOTO/Marine Nationale/Christophe Simon

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional Virus Korona prancis covid-19