"Ada satu hal penting yang tumbuh di Asia dan Asia Pasifik, yaitu kelas menengah. Singkirkan dulu sementara keberagaman isu politik yang menjadi halaman muka di koran-koran, karena hal yang paling fundamental dan historis saat di dunia sedang terjadi yaitu terus meningkatnya jumlah kelas menengah yang mencapai 630 ribu populasi di Asia Tenggara," kata Presiden dalam acara CEO Forum di ASEAN-Australia Special Summit 2018 di International Convention Center, Sydney, Sabtu, 17 Maret 2018. AFP/POOL/Mark Metcalfe
Presiden menyatakan bahwa ada satu hal penting yang membedakan siklus tumbuhnya kelas menengah kali ini yaitu perkembangan ekonomi digital khususnya sosial media. Jokowi pun mengungkapkan penemuan abad ini yaitu 'selfie' alias swafoto.
Presiden menyatakan bahwa ada satu hal penting yang membedakan siklus tumbuhnya kelas menengah kali ini yaitu perkembangan ekonomi digital khususnya sosial media. Jokowi pun mengungkapkan penemuan abad ini yaitu 'selfie' alias swafoto. "Selfie telah mengubah dunia dan bahkan berevolusi menjadi 'wefie' dan 'vlog'. Di Kalibiru, Yogyakarta, masyarakat rela antre hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan selfie yang sempurna. Bloomberg menyebutnya sebagai 'taman Instagram'," tambah Presiden. Dok: Biro Pers Istana
Ekonomi digital dan sosial media menurut Presiden membawa perubahan fundamental terhadap pola konsumsi.
Ekonomi digital dan sosial media menurut Presiden membawa perubahan fundamental terhadap pola konsumsi. "Kelas menengah dan usia muda lebih tertarik kepada pengalaman dan petualang dibanding barang-barang mewah, itulah yang menyebabkan merebaknya industri wisata," ungkap Presiden. Dok: Biro Pers Istana

Presiden Nyatakan Kelas Menengah Jadi Kekuatan ASEAN

Internasional ASEAN-Australia
17 Maret 2018 17:14
Sydney: Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tumbuhnya kelas menengah di Asia Pasifik dan Asia Tenggara menjadi kekuatan ekonomi di kawasan tersebut. Hal itu dikatakan Jokowi dalam pidatonya di CEO Forum, di International Convention Center, Sydney, Australia, Sabtu, 17 Maret 2018. AFP/Dok: Biro Pers Istana
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif