Raja Arab Saudi Salman, Kamis, 30 Desember 2021, mendesak musuh bebuyutannya Iran untuk mengakhiri perilaku negatif di wilayah tersebut, setelah Riyadh menuduh Teheran membantu pemberontak Yaman dalam melancarkan serangan mematikan di negaranya.
Raja Arab Saudi Salman, Kamis, 30 Desember 2021, mendesak musuh bebuyutannya Iran untuk mengakhiri perilaku negatif di wilayah tersebut, setelah Riyadh menuduh Teheran membantu pemberontak Yaman dalam melancarkan serangan mematikan di negaranya.
"Kami mengikuti dengan prihatin kebijakan pemerintah Iran yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas regional, termasuk membangun dan mendukung milisi bersenjata sektarian dan menyebarkan kekuatan militernya di negara lain," kata penguasa berusia 85 tahun itu.
"(Kami mengikuti dengan keprihatinan) kurangnya kerja sama dengan masyarakat internasional mengenai program nuklirnya dan pengembangan rudal balistiknya," tambah Raja Salman.

Foto: Raja Saudi Desak Iran Akhiri Perilaku Negatif di Kawasan

Internasional nuklir iran arab saudi Iran raja salman Salman bin Abdulaziz Al Saud
30 Desember 2021 16:29
Jakarta: Raja Arab Saudi Salman, Kamis, 30 Desember 2021, mendesak musuh bebuyutannya Iran untuk mengakhiri perilaku negatif di wilayah tersebut, setelah Riyadh menuduh Teheran membantu pemberontak Yaman dalam melancarkan serangan mematikan di negaranya.

"Kami mengikuti dengan prihatin kebijakan pemerintah Iran yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas regional, termasuk membangun dan mendukung milisi bersenjata sektarian dan menyebarkan kekuatan militernya di negara lain," kata penguasa berusia 85 tahun itu, dalam pidato yang diterbitkan oleh kantor berita negara SPA.

"(Kami mengikuti dengan keprihatinan) kurangnya kerja sama dengan masyarakat internasional mengenai program nuklirnya dan pengembangan rudal balistiknya," tambah Raja Salman.

Sebagai sekutu utama Barat di negara-negara Teluk, Arab Saudi terlibat dalam persaingan sengit dengan Iran di Timur Tengah, di mana kedua belah pihak telah mendukung faksi-faksi yang berlawanan dalam beberapa konflik termasuk di Yaman, Suriah, dan Lebanon.

Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya mengusir utusan Lebanon pada Oktober dalam perselisihan diplomatik yang telah menambah krisis ekonomi Lebanon.

Para pejabat Saudi mengatakan krisis dengan Beirut berawal dari pengaturan politik Lebanon yang memperkuat dominasi kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.

"Kerajaan juga mendukung persaudaraan rakyat Lebanon, dan mendesak semua pemimpin Lebanon untuk memprioritaskan kepentingan rakyat mereka ... dan menghentikan hegemoni teroris Hizbullah atas struktur negara," kata Raja Salman.

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan, pejabat Saudi dan Iran bertemu dalam serangkaian pembicaraan langsung awal tahun ini tetapi mereka belum menghasilkan terobosan apa pun. AFP PHOTO/Saudi TV

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif