Jakarta: Serangan udara Rusia menghantam Kharkiv, Ukraina, Kamis, 5 Oktober 2023 waktu setempat, menewaskan sedikitnya 51 orang. Kantor Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia menyebut serangan itu sebagai salah satu yang paling mematikan selama perang di Ukraina.
"Yang jelas serangan itu adalah salah satu yang paling mematikan sejak 24 Februari 2022, tetapi tentu saja, ini bukan satu-satunya," kata juru bicara kantor tersebut, Elizabeth Throssell, dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat, 6 Oktober 2023.
Serangan semacam itu, menurut Throssell, makin memperlihatkan konsekuensi yang harus ditanggung warga sipil akibat perang Ukraina.
Serangan rudal Rusia itu menghantam sebuah kafe di Desa Hroza yang terletak di Kharkiv di timur laut Ukraina, di mana penduduk desa sedang berkumpul untuk berkabung atas gugurnya tentara Ukraina. Desa tersebut kabarnya tidak berada dekat target militer atau industri.
“Serangan rudal yang disengaja terhadap sebuah desa di wilayah Kharkiv di sebuah toko dan kafe biasa,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato video yang disampaikan saat menghadiri pertemuan puncak Komunitas Politik Eropa di Spanyol. “Pasukan Rusia mungkin tidak menyadari di mana mereka menyerang. Ini bukanlah serangan buta.”
Operasi penyelamatan untuk menemukan korban selamat dari serangan itu dinyatakan telah selesai.
“Pada pukul 19.20 (waktu setempat) pekerjaan darurat dan penyelamatan di Desa Hroza, Distrik Kupiansk, telah selesai. Sebanyak 51 orang meninggal, termasuk seorang anak yang lahir pada 2017, dan 6 orang luka-luka,” kata pihak berwenang Ukraina.
Sebelum perang, jumlah penduduk desa itu sekitar 300 jiwa. Throssell mengaku tak begitu yakin berapa jumlah penduduk di sana saat ini karena banyak yang terbunuh akibat perang itu. AFP PHOTO/Anatolii Stepanov Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News