John Lewis, pejuang hak-hak sipil tanpa kekerasan yang berbaris bersama Martin Luther King Jr dan hampir meninggal karena pemukulan polisi, sebelum menjabat selama beberapa dekade sebagai anggota kongres AS, telah meninggal dunia pada Jumat, 17 Juli 2020 malam waktu setempat, di usia 80 tahun.
John Lewis, pejuang hak-hak sipil tanpa kekerasan yang berbaris bersama Martin Luther King Jr dan hampir meninggal karena pemukulan polisi, sebelum menjabat selama beberapa dekade sebagai anggota kongres AS, telah meninggal dunia pada Jumat, 17 Juli 2020 malam waktu setempat, di usia 80 tahun.
"Hari ini, Amerika berduka karena kehilangan salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Amerika," kata Ketua DPR Nancy Pelosi dalam sebuah pernyataan.
Pada 1965, Lewis hampir tewas ketika memimpin ratusan demonstran menyeberangi Jembatan Edmund Pettus di Selma, Alabama dalam pawai damai ke Montgomery. Pasukan negara bagian, yang berusaha mengintimidasi mereka, kemudian menyerang para pemrotes.
Pada 1965, Lewis hampir tewas ketika memimpin ratusan demonstran menyeberangi Jembatan Edmund Pettus di Selma, Alabama dalam pawai damai ke Montgomery. Pasukan negara bagian, yang berusaha mengintimidasi mereka, kemudian menyerang para pemrotes.
Lewis menderita patah tulang tengkorak pada hari yang dikenal sebagai 'Minggu Berdarah'. 50 tahun kemudian pada 2015, ia berjalan melintasi jembatan bergandengan tangan dengan Barack Obama, presiden kulit hitam pertama negara itu, untuk menandai ulang tahun Selma dalam pawai damai ke Montgomery.
Lewis menderita patah tulang tengkorak pada hari yang dikenal sebagai 'Minggu Berdarah'. 50 tahun kemudian pada 2015, ia berjalan melintasi jembatan bergandengan tangan dengan Barack Obama, presiden kulit hitam pertama negara itu, untuk menandai ulang tahun Selma dalam pawai damai ke Montgomery.
Lewis telah menjauh dari tugas-tugas kongresnya dalam beberapa bulan terakhir ketika ia menjalani perawatan karena kanker yang dideritanya.
Lewis telah menjauh dari tugas-tugas kongresnya dalam beberapa bulan terakhir ketika ia menjalani perawatan karena kanker yang dideritanya.
Tetapi dia kembali ke Washington pada awal Juni, di tengah-tengah demonstrasi besar-besaran menyusul pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis, untuk berjalan di Black Lives Matter Plaza, perempatan yang telah berganti nama di dekat Gedung Putih yang merupakan tempat protes terhadap ketidakadilan.
Tetapi dia kembali ke Washington pada awal Juni, di tengah-tengah demonstrasi besar-besaran menyusul pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis, untuk berjalan di Black Lives Matter Plaza, perempatan yang telah berganti nama di dekat Gedung Putih yang merupakan tempat protes terhadap ketidakadilan.

Pejuang Hak Sipil AS John Lewis Meninggal Dunia

18 Juli 2020 13:40
Washington: John Lewis, pejuang hak-hak sipil tanpa kekerasan yang berbaris bersama Martin Luther King Jr dan hampir meninggal karena pemukulan polisi, sebelum menjabat selama beberapa dekade sebagai anggota kongres AS, telah meninggal dunia pada Jumat, 17 Juli 2020 malam waktu setempat, di usia 80 tahun.

"Hari ini, Amerika berduka karena kehilangan salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Amerika," kata Ketua DPR Nancy Pelosi dalam sebuah pernyataan.

Dia menggambarkan Lewis, yang baru-baru ini berjuang melawan kanker pankreas, sebagai raksasa gerakan hak-hak sipil yang kebaikan, iman, dan keberaniannya mengubah bangsa.

Putra petani penggarap keturunan Afrika-Amerika tersebut adalah yang termuda di antara para demonstran yang berjuang memisahkan diri dari sistem transportasi AS pada awal 1960-an, yang akhirnya menjadi salah satu suara paling kuat bangsa untuk keadilan dan kesetaraan.

Pada 1965, Lewis hampir tewas ketika memimpin ratusan demonstran menyeberangi Jembatan Edmund Pettus di Selma, Alabama dalam pawai damai ke Montgomery. Pasukan negara bagian, yang berusaha mengintimidasi mereka, kemudian menyerang para pemrotes.

Lewis menderita patah tulang tengkorak pada hari yang dikenal sebagai 'Minggu Berdarah'. 50 tahun kemudian pada 2015, ia berjalan melintasi jembatan bergandengan tangan dengan Barack Obama, presiden kulit hitam pertama negara itu, untuk menandai ulang tahun Selma dalam pawai damai ke Montgomery.

Lewis pertama kali memasuki Kongres pada 1986 dan dengan cepat menjadi figur otoritas moral, dengan Pelosi menamakannya hati nurani Kongres.

Lewis telah menjauh dari tugas-tugas kongresnya dalam beberapa bulan terakhir ketika ia menjalani perawatan karena kanker yang dideritanya.

Tetapi dia kembali ke Washington pada awal Juni, di tengah-tengah demonstrasi besar-besaran menyusul pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis, untuk berjalan di Black Lives Matter Plaza, perempatan berganti nama di dekat Gedung Putih yang merupakan tempat protes terhadap ketidakadilan. AFP PHOTO/Getty Images North Amrica/Chip Somodevilla/Alex Wong/Mandel Ngan/David McNew

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional amerika serikat