Tangkapan layar yang diperoleh dari video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa, 17 Mei 2022, menunjukkan tentara Ukraina diperiksa personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina.
Tangkapan layar yang diperoleh dari video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa, 17 Mei 2022, menunjukkan tentara Ukraina diperiksa personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 265 tentara Ukraina, termasuk beberapa yang terluka, menyerah dari tempat perlindungan terakhir mereka di pabrik baja Azovstal Mariupol yang terkepung. Para tentara tersebut mulai dievakuasi sejak Senin, 16 Mei 2022.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 265 tentara Ukraina, termasuk beberapa yang terluka, menyerah dari tempat perlindungan terakhir mereka di pabrik baja Azovstal Mariupol yang terkepung. Para tentara tersebut mulai dievakuasi sejak Senin, 16 Mei 2022.
Kementerian menambahkan bahwa mereka yang membutuhkan perawatan medis dipindahkan ke rumah sakit di kota Novoazovsk.
Kementerian menambahkan bahwa mereka yang membutuhkan perawatan medis dipindahkan ke rumah sakit di kota Novoazovsk.
Ditanya oleh wartawan apakah tentara Ukraina akan diperlakukan sebagai penjahat perang atau tawanan perang, juru bicara Presiden Vladimir Putin tidak memberikan jawaban.
Ditanya oleh wartawan apakah tentara Ukraina akan diperlakukan sebagai penjahat perang atau tawanan perang, juru bicara Presiden Vladimir Putin tidak memberikan jawaban.
"Putin menjamin bahwa mereka akan diperlakukan sesuai dengan hukum internasional yang relevan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Putin menjamin bahwa mereka akan diperlakukan sesuai dengan hukum internasional yang relevan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Rusia: Ratusan Tentara Ukraina Menyerah

Internasional ukraina rusia Perang Rusia-Ukraina
18 Mei 2022 10:04
Jakarta: Rusia, Selasa, 17 Mei 2022, mengatakan bahwa 265 tentara Ukraina, termasuk belasan yang terluka, telah menyerah tempat perlindungan terakhir mereka di pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, yang terkepung.

"Selama 24 jam terakhir, 265 gerilyawan meletakkan senjata mereka dan menyerah, termasuk 51 orang terluka parah," kata Kementerian Pertahanan.

Kementerian menambahkan bahwa mereka yang membutuhkan perawatan medis dipindahkan ke rumah sakit di kota Novoazovsk.

Ditanya oleh wartawan apakah tentara Ukraina akan diperlakukan sebagai penjahat perang atau tawanan perang, juru bicara Presiden Vladimir Putin tidak memberikan jawaban.

"Putin menjamin bahwa mereka akan diperlakukan sesuai dengan hukum internasional yang relevan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Secara terpisah, ketua majelis rendah parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin, mengatakan bahwa penjahat Nazi tidak boleh menjadi sasaran pertukaran tahanan.

Meskipun dia tidak menyebut Azovstal secara khusus, Moskow dalam banyak kesempatan mengatakan bahwa anggota Batalyon Azov - yang dianggap 'Nazi' oleh otoritas Rusia - termasuk di antara tentara yang terperangkap di pabrik baja.

"Mengenai Nazi, posisi kami harus tetap tidak berubah: mereka adalah penjahat perang dan kami harus melakukan segalanya untuk membawa mereka ke pengadilan," kata Volodin di aplikasi perpesanan Telegram.

Kementerian Pertahanan Ukraina, Senin, 16 Mei 2022 malam, mengatakan bahwa 264 pejuang Ukraina dievakuasi ke wilayah yang dikuasai Rusia, termasuk 53 tentara luka parah.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Ganna Malyar mengatakan mereka akan tunduk pada prosedur pertukaran.

Bulan lalu Moskow mengklaim kendali atas Mariupol setelah pengepungan selama berminggu-minggu, tetapi ratusan tentara Ukraina tetap bersembunyi di terowongan bawah tanah di bawah zona industri besar Azovstal, yang diblokir oleh pasukan Rusia. AFP PHOTO/Russian Defence Ministry

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif