Jakarta: Ahmad Jibril, seorang komandan Palestina terkemuka selama beberapa dekade, meninggal dunia di Damaskus, Ibu Kota Suriah, Rabu, 7 Juli2 021 di usia 83 tahun. Jibril adalah pendiri Front Populer untuk Pembebasan Palestina - Komando Umum (PFLP-GC).
"Dia meninggal karena sebab alami setelah menderita sakit," kata anak Almarhum, Bader Jibril.
Kelompok PFLP-GC-nya mengumumkan kematiannya, sementara dua temannya mengkonfirmasi bahwa dia meninggal karena sakit di rumah sakit Damaskus.
Jibril mendirikan PFLP-GC pada 1968 setelah memisahkan diri dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina. Dia terkenal karena menentang setiap negosiasi Palestina dengan Israel.
Setelah konflik pecah di Suriah pada 2011, kelompoknya – seperti sekutu Lebanon Hizbullah – berdiri kokoh di samping rezim Presiden Bashar al-Assad di Damaskus.
Setelah jihadis dan pemberontak menyerbu bagian dari kamp Palestina Yarmuk di pinggiran Damaskus pada 2012, sayap bersenjata PFLP-GC bertempur bersama pasukan rezim Suriah untuk merebutnya kembali.
Kelompoknya kemudian ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini diduga terkait tanggung jawab atas pemboman maskapai Swissair SR330 pada Februari 1970, serta beberapa serangan terhadap warga sipil Israel.
Kelompok ini telah mempertahankan posisi di Lebanon sejak akhir perang saudara Lebanon 1975-1990, yang menjadi sasaran Israel beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
Putra sulungnya Jihad tewas pada 2002, ketika sebuah bom ditanam di mobilnya di Beirut. Seorang perwira Lebanon dihukum karena bekerja sama dengan Israel, termasuk ikut serta dalam pembunuhannya. AFP PHOTO/Ramzi Haidar/Louai Beshara Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News