Korban tewas akibat ledakan bom di dekat sekolah khusus perempuan Kabul, Afghanistan bertambah menjadi 50 orang. Dari total yang tewas, sejumlah siswa juga termasuk dalam daftar korban.
Korban tewas akibat ledakan bom di dekat sekolah khusus perempuan Kabul, Afghanistan bertambah menjadi 50 orang. Dari total yang tewas, sejumlah siswa juga termasuk dalam daftar korban.
Warga berdiri di samping tumpukan ransel dan buku para korban setelah beberapa ledakan di luar sekolah perempuan di Dasht-e-Barchi di pinggiran Kabul pada 9 Mei 2021.
Warga berdiri di samping tumpukan ransel dan buku para korban setelah beberapa ledakan di luar sekolah perempuan di Dasht-e-Barchi di pinggiran Kabul pada 9 Mei 2021.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tareq Arian, mengatakan sebuah bom mobil pertama kali meledak di depan Sekolah Sayed Al-Shuhada. Para siswa yang panik bergegas keluar kemudian dua bom lainnya meledak.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tareq Arian, mengatakan sebuah bom mobil pertama kali meledak di depan Sekolah Sayed Al-Shuhada. Para siswa yang panik bergegas keluar kemudian dua bom lainnya meledak.
Pihak keluarga mulai menguburkan jenazah korban ledakan di puncak bukit yang dikenal sebagai
Pihak keluarga mulai menguburkan jenazah korban ledakan di puncak bukit yang dikenal sebagai "Makam Martir" pada Minggu, 9 Mei 2021, waktu setempat.

Korban Meninggal Ledakan Dekat Sekolah di Afghanistan Jadi 50 Orang

Internasional teror bom Ledakan afghanistan
09 Mei 2021 14:34
Kabul: Korban tewas akibat ledakan bom di dekat sekolah khusus perempuan Kabul, Afghanistan bertambah menjadi 50 orang. Dari total yang tewas, sejumlah siswa juga termasuk dalam daftar korban.

Dilansir AFP, Minggu, 9 Mei 2021, ledakan bom mengguncang distrik Kabul Barat Dasht-e-Barchi pada Sabtu, 8 Mei 2021, Taliban membantah tuduhan pemerintah bahwa mereka berada di balik serangan berdarah

Ledakan ini terjadi ketika militer Amerika Serikat (AS) sedang berusaha menarik 2.500 pasukan terakhirnya dari Afghanistan. Namun upaya perdamaian gagal antara Taliban dan pemerintah Afghanistan untuk mengakhiri perang selama beberapa dekade.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tareq Arian, mengatakan sebuah bom mobil pertama kali meledak di depan Sekolah Sayed Al-Shuhada. Para siswa yang panik bergegas keluar kemudian dua bom lainnya meledak.

Menurut Tareq, lebih dari 100 orang terluka dan sebagian besar korban adalah pelajar perempuan.

Pihak keluarga mulai menguburkan jenazah korban ledakan di puncak bukit yang dikenal sebagai "Makam Martir" pada Minggu, 9 Mei 2021, waktu setempat.

Sementara itu, belum ada kelompok yang mengklaim ledakan bom. Namun sejumlah pejabat Afghanistan termasuk Presiden Ashraf Ghani menyalahkan kelompok pemberontak Taliban. AFP Photo/Wakil Kohsar

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif