Asap mengepul setelah serangan udara yang dilaporkan oleh koalisi pimpinan Saudi di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Jumat, 27 November 2020.
Asap mengepul setelah serangan udara yang dilaporkan oleh koalisi pimpinan Saudi di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Jumat, 27 November 2020.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi membom kamp-kamp pemberontak termasuk di Ibu Kota Yaman, Sanaa pada Jumat, 27 November 2020. Serangan tersebut dilakukan beberapa hari setelah pemberontak Houthi menyerang sebuah fasilitas minyak di Arab Saudi.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi membom kamp-kamp pemberontak termasuk di Ibu Kota Yaman, Sanaa pada Jumat, 27 November 2020. Serangan tersebut dilakukan beberapa hari setelah pemberontak Houthi menyerang sebuah fasilitas minyak di Arab Saudi.
Beberapa serangan udara koalisi menargetkan kamp-kamp militer Houthi di Sanaa serta Kota Amran di utara ibu kota, dan wilayah pelabuhan barat Hodeida, kata sumber tersebut. Tidak ada korban jiwa yang segera dikonfirmasi.
Beberapa serangan udara koalisi menargetkan kamp-kamp militer Houthi di Sanaa serta Kota Amran di utara ibu kota, dan wilayah pelabuhan barat Hodeida, kata sumber tersebut. Tidak ada korban jiwa yang segera dikonfirmasi.
"Kami bangun hari ini karena suara ledakan besar yang membuat takut seluruh lingkungan," kata Abdelkarim al-Qudsi, 41 tahun yang tinggal di Al-Hafa, di timur ibu kota Sanaa.

Koalisi Arab Saudi Serang Yaman

Internasional konflik yaman arab saudi krisis yaman
28 November 2020 17:37
Sanaa: Koalisi militer pimpinan Arab Saudi membom kamp-kamp pemberontak termasuk di Ibu Kota Yaman, Sanaa pada Jumat, 27 November 2020. Serangan tersebut dilakukan beberapa hari setelah pemberontak Houthi menyerang sebuah fasilitas minyak di Arab Saudi.

Beberapa serangan udara koalisi menargetkan kamp-kamp militer Houthi di Sanaa serta Kota Amran di utara ibu kota, dan wilayah pelabuhan barat Hodeida, kata sumber tersebut. Tidak ada korban jiwa yang segera dikonfirmasi.

"Kami bangun hari ini karena suara ledakan besar yang membuat takut seluruh lingkungan," kata Abdelkarim al-Qudsi, 41 tahun yang tinggal di Al-Hafa, di timur ibu kota Sanaa.

Pemberontak Houthi yang didukung Iran mengatakan bahwa mereka menyerang fasilitas minyak di Kota Jeddah Saudi dengan rudal Quds-2, sebagai pembalasan atas peran Riyadh sebagai kepala koalisi militer yang mendukung pemerintah dalam konflik berkepanjangan Yaman.

Saudi Aramco mengatakan serangan itu merobek sebuah lubang di tangki minyak, memicu ledakan dan kebakaran.

Pemberontak Houthi, yang menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah utara, telah berperang melawan pemerintah sejak 2014, dan koalisi militer pimpinan Saudi ikut campur dalam konflik tersebut pada tahun berikutnya.

Seorang pejabat Huthi mengecam penggeboman tersebut. "Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ingin menakut-nakuti kami dengan serangan udara mereka, tetapi kami mengatakan kepada mereka bahwa serangan mereka hanya akan meningkatkan kekuatan kami," kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

Arab Saudi telah menjadi sasaran lusinan rudal balistik dan serangan pesawat tak berawak sejak awal tahun lalu, termasuk serangan yang menghancurkan fasilitas Aramco di timur negara itu yang untuk sementara melumpuhkan setengah dari produksi minyak mentah kerajaan. Serangan itu diklaim oleh Houthi, tetapi Amerika Serikat mengatakan itu melibatkan rudal jelajah dari Iran.

Puluhan ribu orang Yaman, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh dan jutaan mengungsi dalam apa yang oleh PBB disebut sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia. AFP PHOTO/Mohammed Huwais

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif