Hari peringatan kemerdekaan Korea Selatan diwarnai demonstrasi besar-besaran di Seoul pada Sabtu, 15 Agustus 2020, waktu setempat, ketika kasus gelombang kedua Covid-19 terus melonjak.
Hari peringatan kemerdekaan Korea Selatan diwarnai demonstrasi besar-besaran di Seoul pada Sabtu, 15 Agustus 2020, waktu setempat, ketika kasus gelombang kedua Covid-19 terus melonjak.
Demonstrasi itu terjadi ketika pengadilan Seoul sebagian besar mengatur pemerintah daerah untuk melarang pertemuan besar karena alasan keamanan publik dan karena polisi telah memperingatkan mereka tidak akan mengizinkan protes yang melanggar hukum.
Demonstrasi itu terjadi ketika pengadilan Seoul sebagian besar mengatur pemerintah daerah untuk melarang pertemuan besar karena alasan keamanan publik dan karena polisi telah memperingatkan mereka tidak akan mengizinkan protes yang melanggar hukum.
Namun, meski lonjakan kasus virus korona di Korea Selatan telah mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan kembali pembatasan jarak sosial yang lebih ketat di Seoul, tetapi itu tidak menghentikan ribuan demonstran untuk memprotes kebijakan Presiden Moon Jae-in.
Namun, meski lonjakan kasus virus korona di Korea Selatan telah mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan kembali pembatasan jarak sosial yang lebih ketat di Seoul, tetapi itu tidak menghentikan ribuan demonstran untuk memprotes kebijakan Presiden Moon Jae-in.
Ribuan demonstran tetap menggelar aksi di tengah hujan yang mengguyur. Kebanyakan tampak membawa serta payung dan jas hujan dalam aksinya.
Ribuan demonstran tetap menggelar aksi di tengah hujan yang mengguyur. Kebanyakan tampak membawa serta payung dan jas hujan dalam aksinya.
Para demonstran, yang kebanyakan memakai masker dan membawa bendera nasional Korsel, menggelar konvoi di tengah hujan di dekat Istana Kepresidenan Korsel. Mereka menyerukan agar Presiden Moon Jae-In mengundurkan diri dari jabatannya.
Para demonstran, yang kebanyakan memakai masker dan membawa bendera nasional Korsel, menggelar konvoi di tengah hujan di dekat Istana Kepresidenan Korsel. Mereka menyerukan agar Presiden Moon Jae-In mengundurkan diri dari jabatannya.
Beberapa demonstran dilaporkan berasal sebuah gereja di Seoul bagian utara yang ditutup karena menjadi sumber penularan dari puluhan kasus Korona. Otoritas kesehatan setempat berencana mengisolasi dan memeriksa sekitar 4 ribu jemaat gereja tersebut. Gereja itu dilaporkan dipimpin oleh seorang pendeta ultra-konservatif bernama Jun Kwang-hun, yang merupakan pengkritik keras Presiden Moon.
Beberapa demonstran dilaporkan berasal sebuah gereja di Seoul bagian utara yang ditutup karena menjadi sumber penularan dari puluhan kasus Korona. Otoritas kesehatan setempat berencana mengisolasi dan memeriksa sekitar 4 ribu jemaat gereja tersebut. Gereja itu dilaporkan dipimpin oleh seorang pendeta ultra-konservatif bernama Jun Kwang-hun, yang merupakan pengkritik keras Presiden Moon.

Hari Kemerdekaan Korea Selatan Diwarnai Demo Antipemerintah

Internasional korea selatan
16 Agustus 2020 10:31
Seoul: Hari peringatan kemerdekaan Korea Selatan diwarnai demonstrasi besar-besaran di Seoul pada Sabtu, 15 Agustus 2020, waktu setempat, ketika kasus gelombang kedua Covid-19 terus melonjak.

Demonstrasi itu terjadi ketika pengadilan Seoul sebagian besar mengatur pemerintah daerah untuk melarang pertemuan besar karena alasan keamanan publik dan karena polisi telah memperingatkan mereka tidak akan mengizinkan protes yang melanggar hukum.

Namun, meski lonjakan kasus virus korona di Korea Selatan telah mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan kembali pembatasan jarak sosial yang lebih ketat di Seoul, tetapi itu tidak menghentikan ribuan demonstran untuk memprotes kebijakan Presiden Moon Jae-in.

Ribuan demonstran tetap menggelar aksi di tengah hujan yang mengguyur. Kebanyakan tampak membawa serta payung dan jas hujan dalam aksinya.

Para demonstran, yang kebanyakan memakai masker dan membawa bendera nasional Korsel, menggelar konvoi di tengah hujan di dekat Istana Kepresidenan Korsel. Mereka menyerukan agar Presiden Moon Jae-In mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut para demonstran, kebijakan-kebijakan Presiden Moon telah gagal. Dia juga dituduh tunduk pada Korea Utara (Korut) dan menggelar pemilu sarat korupsi.

Sejumlah kalangan konservatif Korsel bersikeras bahwa pemilu parlemen pada April lalu yang dimenangkan Partai Demokratik Korea, yang dipimpin Presiden Moon, sarat kecurangan. Sebagian besar pengamat politik melihat tuduhan semacam itu sebagai teoris konspirasi palsu belaka.

Beberapa demonstran dilaporkan berasal sebuah gereja di Seoul bagian utara yang ditutup karena menjadi sumber penularan dari puluhan kasus Korona. Otoritas kesehatan setempat berencana mengisolasi dan memeriksa sekitar 4 ribu jemaat gereja tersebut. Gereja itu dilaporkan dipimpin oleh seorang pendeta ultra-konservatif bernama Jun Kwang-hun, yang merupakan pengkritik keras Presiden Moon.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2020, waktu setempat, otoritas Korsel melaporkan 166 kasus Corona dalam sehari, yang tercatat sebagai tambahan kasus harian tertinggi dalam lima bulan terakhir. AFP Photo/Ed Jones

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif