Polisi menunjukkan gambar gulungan kaligrafi yang ditulis oleh Mao Zedong, yang telah ditemukan, dalam konferensi pers di Hong Kong pada Rabu, 7 Oktober 2020.
Polisi menunjukkan gambar gulungan kaligrafi yang ditulis oleh Mao Zedong, yang telah ditemukan, dalam konferensi pers di Hong Kong pada Rabu, 7 Oktober 2020.
Sebuah gulungan kaligrafi karya Mao Zedong, tokoh pendiri Republik Rakyat China, yang diperkirakan bernilai puluhan miliar rupiah telah ditemukan di Hong Kong.
Sebuah gulungan kaligrafi karya Mao Zedong, tokoh pendiri Republik Rakyat China, yang diperkirakan bernilai puluhan miliar rupiah telah ditemukan di Hong Kong.
Gulungan sepanjang 2,8 meter itu ditemukan dalam keadaan terpotong menjadi dua bagian karena dianggap terlalu panjang untuk dipajang.
Gulungan sepanjang 2,8 meter itu ditemukan dalam keadaan terpotong menjadi dua bagian karena dianggap terlalu panjang untuk dipajang.
Pada 10 September 2019, gulungan kaligrafi tersebut dirampok bersama dengan cap, koin, dan sejumlah karya kaligrafi lainnya yang bernilai total HKS5 miliar (Rp9,5 triliun).
Pada 10 September 2019, gulungan kaligrafi tersebut dirampok bersama dengan cap, koin, dan sejumlah karya kaligrafi lainnya yang bernilai total HKS5 miliar (Rp9,5 triliun).

Gulungan Kaligrafi Karya Mao Zedong Ditemukan di Hong Kong

Internasional tiongkok
09 Oktober 2020 08:52
Hong Kong: Sebuah gulungan kaligrafi karya Mao Zedong, tokoh pendiri Republik Rakyat China (RRC), yang diperkirakan bernilai puluhan miliar rupiah telah ditemukan di Hong Kong. 

Gulungan kaligrafi tersebut sempat hilang dicuri pada September tahun lalu, demikian keterangan kepolisian pada Kamis.    

Gulungan sepanjang 2,8 meter itu ditemukan dalam keadaan terpotong menjadi dua bagian karena dianggap terlalu panjang untuk dipajang.    
Pada 10 September 2019, gulungan kaligrafi tersebut dirampok bersama dengan cap, koin, dan sejumlah karya kaligrafi lainnya yang bernilai total HKS5 miliar (Rp9,5 triliun), menurut polisi pengawas senior, Tony Ho.  

"Seseorang berpikir bahwa kaligrafi ini terlalu panjang [...] juga sulit untuk ditunjukkan dan dipajang. Itulah mengapa terpotong menjadi setengah," kata Ho.    

Gulungan itu dipotong dua untuk memudahkan penyimpanan oleh seorang pembeli yang mendapatkannya hanya seharga HKS500 dolar (sekitar Rp950 ribu) yang meyakini bahwa karya itu palsu, menurut laporan South China Morning Post. Kepolisian telah menahan tiga pelaku perampokan.    

Barang-barang kenangan Mao masih banyak dicari usai Tiongkok bersama pelaku bisnis di negara itu menjual berbagai barang koleksi dari masa Revolusi Kebudayaan. Tiruan barang-barang tersebut juga banyak muncul. AFP PHOTO/Isaac Lawrence

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif