Salah satu spesimen fosil T-Rex terlengkap di dunia berhasil terjual dengan harga mencapai USD31,8 juta (sekitar Rp469 miliar) oleh Christie di New York, Selasa, 6 Oktober 2020 waktu setempat. Harga tersebut hampir empat kali lipat dibanding rekor penjualan dinosaurus sebelumnya.
Salah satu spesimen fosil T-Rex terlengkap di dunia berhasil terjual dengan harga mencapai USD31,8 juta (sekitar Rp469 miliar) oleh Christie di New York, Selasa, 6 Oktober 2020 waktu setempat. Harga tersebut hampir empat kali lipat dibanding rekor penjualan dinosaurus sebelumnya.
Rekor sebelumnya dibuat oleh spesimen bernama Sue yang dijual seharga USD8,4 juta (Rp123 miliar) pada Oktober 1997 oleh Sotheby's kepada Field Museum of Natural History di Chicago.
Rekor sebelumnya dibuat oleh spesimen bernama Sue yang dijual seharga USD8,4 juta (Rp123 miliar) pada Oktober 1997 oleh Sotheby's kepada Field Museum of Natural History di Chicago.
Ditemukan pada 1987 di dekat Buffalo, South Dakota, kerangka yang terdiri dari 188 buah tulang tersebut dibuka dengan harga antara USD6 juta hingga USD8 juta (sekitar Rp89-118 miliar).
Ditemukan pada 1987 di dekat Buffalo, South Dakota, kerangka yang terdiri dari 188 buah tulang tersebut dibuka dengan harga antara USD6 juta hingga USD8 juta (sekitar Rp89-118 miliar).
Tawaran mencapai angka USD9 juta dalam waktu kurang dari dua menit setelah dimulainya pelelangan, tetapi setelah 14 menit hanya ada tiga penawar yang tersisa. Sampai kemudian palu diletuk pada tawaran sebesar USD27,5 juta, yang ditambah dengan biaya dan komisi.
Tawaran mencapai angka USD9 juta dalam waktu kurang dari dua menit setelah dimulainya pelelangan, tetapi setelah 14 menit hanya ada tiga penawar yang tersisa. Sampai kemudian palu diletuk pada tawaran sebesar USD27,5 juta, yang ditambah dengan biaya dan komisi.
Fosil yang dijuluki Stan tersebut, memiliki tinggi 13 kaki (empat meter) dan panjang 40 kaki, dengan bekas tusukan di tengkorak dan leher yang diyakini para ahli menunjukkan bukti perkelahian dengan sesama T-Rex. Fosil tersebut memiliki berat sekitar delapan ton saat hidup, sekitar 67 juta tahun yang lalu.
Fosil yang dijuluki Stan tersebut, memiliki tinggi 13 kaki (empat meter) dan panjang 40 kaki, dengan bekas tusukan di tengkorak dan leher yang diyakini para ahli menunjukkan bukti perkelahian dengan sesama T-Rex. Fosil tersebut memiliki berat sekitar delapan ton saat hidup, sekitar 67 juta tahun yang lalu.

Fosil T-Rex Pecahkan Rekor Penjualan Dinosaurus

Internasional dinosaurus
07 Oktober 2020 11:07
New York: Salah satu spesimen fosil T-Rex terlengkap di dunia berhasil terjual dengan harga mencapai USD31,8 juta (sekitar Rp469 miliar) oleh Christie di New York, Selasa, 6 Oktober 2020 waktu setempat. Harga tersebut hampir empat kali lipat dibanding rekor penjualan dinosaurus sebelumnya.

Rekor sebelumnya dibuat oleh spesimen bernama Sue yang dijual seharga USD8,4 juta (Rp123 miliar) pada Oktober 1997 oleh Sotheby's kepada Field Museum of Natural History di Chicago.

Ditemukan pada 1987 di dekat Buffalo, South Dakota, kerangka yang terdiri dari 188 buah tulang tersebut dibuka dengan harga antara USD6 juta hingga USD8 juta (sekitar Rp89-118 miliar).

Tawaran mencapai angka USD9 juta dalam waktu kurang dari dua menit setelah dimulainya pelelangan, tetapi setelah 14 menit hanya ada tiga penawar yang tersisa. Sampai kemudian palu diletuk pada tawaran sebesar USD27,5 juta, yang ditambah dengan biaya dan komisi.

Penjualan tersebut diselenggarakan di New York, tempat penilai ahli berada, tetapi dengan jalur terbuka ke Hong Kong dan London, tempat spesialis Christie menerima telepon dari para kolektor.

Fosil tersebut, yang dijuluki Stan, tingginya 13 kaki (empat meter) dan panjang 40 kaki, dengan bekas tusukan di tengkorak dan leher yang diyakini para ahli menunjukkan bukti perkelahian dengan sesama T-Rex. Fosil tersebut memiliki berat sekitar delapan ton saat hidup, sekitar 67 juta tahun yang lalu.

Fosil itu ditemukan di South Dakota pada tahun 1987 dan dinamai menurut ahli paleontologi amatir yang menemukan sisa-sisa, Stan Sacrison.

Ahli paleontologi dari Institut Penelitian Geologi Black Hills di South Dakota menghabiskan lebih dari 30.000 jam untuk menggali dan kemudian mengumpulkan 188 tulang kerangka.

Hanya sekitar 50 kerangka salah satu karnivora terbesar yang berkeliaran di Bumi telah ditemukan sejak pertama kali pada 1902. AFP PHOTO/Getty Images/Spencer Platt

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif