Petugas memasang garis polisi di lokasi kejadian seorang petugas Kepolisian menembak mati seorang pria di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu, 30 Desember 2020.
Petugas memasang garis polisi di lokasi kejadian seorang petugas Kepolisian menembak mati seorang pria di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu, 30 Desember 2020.
Polisi di Minneapolis, Amerika Serikat menembak mati seorang pria saat razia lalu lintas pada Rabu, 30 Desember 2020 waktu setempat.
Polisi di Minneapolis, Amerika Serikat menembak mati seorang pria saat razia lalu lintas pada Rabu, 30 Desember 2020 waktu setempat.
Peristiwa tersebut terjadi tujuh bulan setelah pembunuhan terhadap seorang pria kulit hitam George Floyd oleh seorang petugas kepolisian di kota yang sama di AS.
Peristiwa tersebut terjadi tujuh bulan setelah pembunuhan terhadap seorang pria kulit hitam George Floyd oleh seorang petugas kepolisian di kota yang sama di AS.
"Pernyataan saksi awal menunjukkan bahwa subjek yang terlibat dalam kejahatan ini berhenti menembak terlebih dahulu ke petugas polisi Minneapolis, yang kemudian melakukan baku tembak dengan tersangka," kata kepala polisi Minneapolis Medaria Arradondo dalam konferensi pers.
Pascakejadian, massa berkumpul di lokasi di luar sebuah pompa bensin untuk memprotes penembakan tersebut, sementara polisi mendesak mereka untuk menghindari aksi anarkis.
Pascakejadian, massa berkumpul di lokasi di luar sebuah pompa bensin untuk memprotes penembakan tersebut, sementara polisi mendesak mereka untuk menghindari aksi anarkis.

Polisi Minneapolis Tembak Mati Seorang Pria Saat Operasi Lalin

01 Januari 2021 09:24
Minneapolis: Polisi di Minneapolis, Amerika Serikat menembak mati seorang pria saat razia lalu lintas pada Rabu, 30 Desember 2020 waktu setempat. 

Peristiwa tersebut terjadi tujuh bulan setelah pembunuhan terhadap seorang pria kulit hitam George Floyd oleh seorang petugas kepolisian di kota yang sama di AS.

"Pernyataan saksi awal menunjukkan bahwa subjek yang terlibat dalam kejahatan ini berhenti menembak terlebih dahulu ke petugas polisi Minneapolis, yang kemudian melakukan baku tembak dengan tersangka," kata kepala polisi Minneapolis Medaria Arradondo dalam konferensi pers.

Arradondo menambahkan bahwa bodycam diaktifkan selama insiden itu, dan rekamannya akan dirilis pada Kamis, 31 Desember 2020.

Pascakejadian, massa berkumpul di lokasi di luar sebuah pompa bensin untuk memprotes penembakan tersebut, sementara polisi mendesak mereka untuk menghindari aksi anarkis.

"Kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi hak Amandemen Pertama setiap orang untuk berkumpul dan berdemonstrasi secara bebas, tetapi saya katakan lagi, kami tidak dapat membiarkan perilaku kriminal yang merusak. Kota kami telah terlalu banyak mengalami," kata Arradondo.

Dalam peristiwa penembakan tersebut, seorang penumpang di dalam mobil bersama pria yang ditembak mati tidak terluka, begitu juga dengan polisi yang terlibat.

Sebelumnya George Floyd meninggal pada 25 Mei setelah perwira polisi yang sekarang telah dipecat Derek Chauvin menindihkan lututnya di leher korban selama lebih dari delapan menit. Insiden tersebut memicu kerusuhan nasional bahkan merembet ke beberapa negara lain.

Banyak orang menjadi emosi setelah menonton video yang menunjukkan Floyd memohon kepada Chauvin sembari mengatakan "Saya tidak bisa bernapas," sebelum dia kemudian lemas dan meninggal. AFP PHOTO/Kerem Yucel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Internasional amerika serikat penembakan as