Kongres Peru pada Senin, 16 November 2020 waktu setempat, memilih seorang mantan pejabat Bank Dunia sebagai presiden baru negara Amerika Selatan itu. Pria yang berusia 76 tahun itu merupakan presiden ketiga Peru dalam seminggu.
Kongres Peru pada Senin, 16 November 2020 waktu setempat, memilih seorang mantan pejabat Bank Dunia sebagai presiden baru negara Amerika Selatan itu. Pria yang berusia 76 tahun itu merupakan presiden ketiga Peru dalam seminggu.
Francisco Sagasti terpilih sebagai presiden untuk mencoba menemukan jalan keluar dari krisis politik, yang dipicu oleh pemakzulan salah satu presiden populer dan pengunduran diri penggantinya yang kontroversial, di tengah protes yang menewaskan dua orang.
Francisco Sagasti terpilih sebagai presiden untuk mencoba menemukan jalan keluar dari krisis politik, yang dipicu oleh pemakzulan salah satu presiden populer dan pengunduran diri penggantinya yang kontroversial, di tengah protes yang menewaskan dua orang.
Sagasti, seorang sentris, akan menjabat sebagai presiden sementara hingga akhir Juli 2021, menyelesaikan mandat Martin Vizcarra, yang dimakzulkan oleh Kongres Senin, 9 November 2020 lalu.
Sagasti, seorang sentris, akan menjabat sebagai presiden sementara hingga akhir Juli 2021, menyelesaikan mandat Martin Vizcarra, yang dimakzulkan oleh Kongres Senin, 9 November 2020 lalu.
Penggantinya, mantan ketua Kongres Manuel Merino, mengundurkan diri pada Minggu, 15 November 2020, setelah berhari-hari unjuk rasa jalanan yang menewaskan dua demonstran.
Penggantinya, mantan ketua Kongres Manuel Merino, mengundurkan diri pada Minggu, 15 November 2020, setelah berhari-hari unjuk rasa jalanan yang menewaskan dua demonstran.
Kongres bertemu untuk kedua kalinya untuk menyetujui seorang presiden dan Sagasti mendapatkan minimal 60 suara yang dibutuhkan.
Kongres bertemu untuk kedua kalinya untuk menyetujui seorang presiden dan Sagasti mendapatkan minimal 60 suara yang dibutuhkan.

Peru Tunjuk Presiden Baru, Ketiga dalam Seminggu

Internasional politik peru peru
17 November 2020 08:14
Lima: Kongres Peru pada Senin, 16 November 2020 waktu setempat, memilih seorang mantan pejabat Bank Dunia sebagai presiden baru negara Amerika Selatan itu. Pria yang berusia 76 tahun itu merupakan presiden ketiga Peru dalam seminggu.

Francisco Sagasti terpilih sebagai presiden untuk mencoba menemukan jalan keluar dari krisis politik, yang dipicu oleh pemakzulan salah satu presiden populer dan pengunduran diri penggantinya yang kontroversial, di tengah protes yang menewaskan dua orang.

Sagasti, seorang sentris, akan menjabat sebagai presiden sementara hingga akhir Juli 2021, menyelesaikan mandat Martin Vizcarra, yang dimakzulkan oleh Kongres Senin, 9 November 2020 lalu.

Penggantinya, mantan ketua Kongres Manuel Merino, mengundurkan diri pada Minggu, 15 November 2020, setelah berhari-hari unjuk rasa jalanan yang menewaskan dua demonstran.

Kongres bertemu untuk kedua kalinya untuk menyetujui seorang presiden dan Sagasti mendapatkan minimal 60 suara yang dibutuhkan.

Upaya pertama legislatif untuk menyetujui seorang presiden gagal pada hari Minggu, ketika anggota parlemen sayap kiri Rocio Silva Santisteban, hanya memenangkan 42 suara. AFP PHOTO/Peruvian Congres/Luka Gonzales

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif