Jakarta: Parlemen Israel, Rabu, 2 Juni 2021, memilih veteran Partai Buruh Isaac Herzog sebagai presiden ke-11. Pemungutan suara dilakukan saat anggota parlemen oposisi berjuang untuk membentuk koalisi untuk menggulingkan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.
Herzog, 60, mengalahkan mantan kepala sekolah Miriam Peretz untuk menggantikan Presiden Reuven Rivlin, yang terpilih pada 2014.
Pemilihan presiden dilakukan ketika politisi Israel dari seluruh spektrum mengadakan negosiasi 11 jam untuk menyusun pemerintahan baru yang bertujuan untuk mengakhiri 12 tahun berturut-turut Netanyahu menjabat.
Kepresidenan Israel hanya mempunyai sedikit kekuasaan, terutama bertemu dengan para pemimpin partai setelah pemilihan legislatif dan menugaskan kandidat dengan membentuk pemerintahan. Sementera PM memegang otoritas eksekutif yang sebenarnya.
Tetapi presiden memiliki kemampuan untuk memberikan pengampunan - fungsi yang berpotensi penting ketika Netanyahu menghadapi persidangan atas dugaan penipuan, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan.
Keturunan dari salah satu keluarga paling bergengsi di Israel, Herzog pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada 2003, tetapi baru-baru ini memimpin Badan Para-pemerintah Yahudi untuk Israel, sebuah organisasi yang berfokus pada hubungan dengan imigran Yahudi dan diaspora.
Putra Chaim Herzog -- presiden keenam Israel dan mantan duta besar untuk PBB -- dan keponakan diplomat dan negarawan terkenal Abba Eban, Herzog mendukung solusi dua negara untuk konflik dengan Palestina.
Selama kampanye 2015 dia bersumpah untuk meluncurkan kembali proses perdamaian, bahkan mengatakan dia siap untuk 'menghapus' permukiman Israel jika perlu. AFP PHOTO/Ronen Zvulun Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News