Tokyo: Petugas penyelamat Jepang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan orang-orang yang belum ditemukan pasca-banjir dan tanah longsor melanda Pulau Kyushu. Sedikitnya 50 orang dikhawatirkan tewas akibat bencana alam tersebut.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan tingkat peringatan darurat tertinggi untuk hujan deras dan tanah longsor di sebagian besar Pulau Kyushu barat daya. Hujan diperkirakan turun hingga Kamis, 9 Juli 2020.
Korban tewas akibat hujan yang dimulai pada Sabtu, 4 Juli 2020 dini hari diperkirakan akan naik. Seorang pejabat di wilayah Kumamoto yang paling parah dilanda bencana mengatakan kepada AFP bahwa 49 orang dipastikan tewas dan satu lainnya dikhawatirkan tewas.
"Kami berpacu dengan waktu," kata Yutaro Hamasaki, seorang pejabat Kumamoto. "Kami belum menetapkan tenggat waktu atau waktu untuk mengakhiri operasi, tetapi kami benar-benar perlu mempercepat pencarian karena waktu semakin habis. Kami tidak akan menyerah sampai akhir," ujar Hamasaki.
Lebih dari 40.000 personel, termasuk polisi dan pemadam kebakaran serta pasukan penjaga pantai dikerahkan untuk menyelamatkan lusinan korban yang belum ditemukan.
Banjir itu adalah bencana alam terburuk di Jepang sejak Topan Hagibis pada Oktober tahun lalu yang menewaskan sekitar 90 orang. AFP PHOTO/CHARLY TRIBALLEAU Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News