Tokyo: Kondisi Tokyo dan enam prefektur lainnya pascapengumuman keadaan daruat oleh PM Jepang Shinzo Abe, relatif lebih sepi.
Sebelumnya PM Abe pada Selasa, 7 April 2020 mengumumkan keadaan darurat selama sebulan karena lonjakan kasus virus korona (covid-19).
Deklarasi diharapkan mulai berlaku dari tengah malam dan akan memberikan kewenangan gubernur dari tujuh daerah yang terkena dampak untuk meminta orang untuk tetap di dalam rumah dan bisnis untuk ditutup.
Langkah itu akan mencakup tujuh wilayah, yakni Tokyo, Chiba, Kanagawa, Saitama, pusat barat Osaka, wilayah Hyogo, dan wilayah barat daya Fukuoka. Para ahli dan
pemimpin lokal telah mendorong deklarasi tersebut dan 80% orang yang disurvei penyiar publik TBS pada akhir pekan lalu mengatakan mereka mendukung langkah tersebut.
Dia juga mengumumkan rencana paket stimulus besar U$990 miliar (Rp16.351 triliun) untuk membantu ekonomi Jepang mengatasi dampak virus.
Jepang memiliki jumlah infeksi yang relatif kecil jika dibandingkan dengan negara lain, tetapi ada kekhawatiran lonjakan mendadak kasus di Tokyo yang dapat menyebabkan wabah besar di kota terbesar di dunia tersebut.
Sejauh ini Jepang telah mengonfirmasi sedikitnya 85 kematian. Di Tokyo, sekarang tercatat lebih dari 1.000 kasus yang dikonfirmasi, lebih dari dua kali lipat dari jumlah seminggu yang lalu. AFP PHOTO/Charly Triballeau/Phlip Fong/Kazuhiro Nogi Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News