5 Inovasi dalam Negeri di Tengah Wabah Covid-19
5 Inovasi dalam Negeri di Tengah Wabah Covid-19

5 Inovasi dalam Negeri di Tengah Wabah Covid-19

Grafis Virus Korona
04 Mei 2020 17:41
Jakarta: Di tengah pandemi virus korona (covid-19), para peneliti justru terpacu untuk mengembangkan alat untuk membantu mencegah penyebarannya. Ada banyak penelitian yang dilakukan baik oleh lembaga, perguruan tinggi, hingga swasta.

Meskipun belum ditemukan vaksin untuk melumpuhkan virus korona, setidaknya temuan ini bisa meredam dampaknya. Pengembangan inovasi ini disokong langsung oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berikut lima inovasi yang produknya hampir rampung dan siap untuk diproduksi massal:

1. PCR atau Alat Tes Diagnosis Covid-19 

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan 10 jenis PCR atau alat tes diagnosis covid-19. Alat yang satu tahap di atas rapid test ini diklaim akan lebih efisien dan akurat mendiagnosis pasien yang terjangkit covid-19.

Total ada 10 jenis PCR yang dikembangkan dalam bentuk dip stick dan micro chip. Alat ini rencananya diproduksi massal pada akhir Mei 2020. Total akan diproduksi sebanyak 50 ribu unit.

2. Ventilator atau Alat Bantu Nafas

Ventilator atau alat bantu nafas ini rencananya diproduksi pada pertengahan Mei 2020. Terdiri atas empat 4 prototipe yang semuanya tengah diuji di Balai Pengamanan dan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan. 

Produk ini merupakan hasil pengembangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta PT Dharma.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, ventilator khusus karyaa anak bangsa saat ini sebagian masih melakukan uji ketahanan. Proses tersebut merupakan uji coba tahap akhir sebelum dapat digunakan untuk penanganan covid-19.
 
"(Saat ini) di BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) Kemenkes, sebagian masih melakukan uji endurance,” kata Bambang di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu, 3 Mei 2020.

3. Terapi Plasma Konvalesen

Terapi plasma darah konvalesen menjadi harapan berikutnya dalam upaya mempercepat penyembuhan pasien terjangkit covid-19. Plasma darah dari orang yang sudah sembuh dari virus korona ini disebut bisa ikut membantu pasien yang masih terjangkit.

Riset pengembangan terapi ini dilakukkan oleh peneliti di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Riset juga melibatkan peneliti di sejumlah RS di Malang, Yogyakarta, dan Solo.

4. Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji, dan Minyak Kelapa

Kementerian Riset dan Teknologi tengah mengembangkan suplemen khusus untuk menghadapi virus korona. Suplemen tersebut berbahan dasar tanaman lokal.
 
"Bahan-bahan seperti jahe merah, jambu biji, dan virgin coconut oil," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Minggu, 3 Mei 2020.
 
Suplemen tersebut sudah melalui systematic review studi bioinformatika. Saat ini, suplemen tersebut tengah diuji klinis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

5. Kecerdasan Buatan Pendeteksi Covid-19

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi virus korona (covid-19). Ini jadi satu dari lima produk utama dalam rencana aksi cepat hasil sinergi kelembagaan Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan covid-19 (TFRIC-19).
 
"Melalui tim artificial intelligence, berdasarkan data x-ray dan CT-scan dari pasien yang positif dan negatif covid-19, telah dibangun model AI," kata Kepala BPPT Hammam Riza melalui siaran pers, Senin, 4 Mei 2020.
 
Hammam menambahkan, model ini dapat digunakan membantu mendeteksi dini pasien dengan validasi dari radiolog dan dokter, guna menjadi landasan penegakan diagnosis covid-19. Sistem pengambilan keputusannya (decision support system), dilakukan oleh pejabat berwenang.

 
(AEQ)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif