Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang merupakan inisiatif nasional pertama untuk mendeteksi potensi penyakit di masa depan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang merupakan inisiatif nasional pertama untuk mendeteksi potensi penyakit di masa depan.
"Teknologi ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat ke depan. Melalui bioteknologi genome sequensing ini, kemampuan untuk mengidentifikasi sumber penyakit dan mengobatinya akan sangat pasti dan personal," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menkes mengatakan program ini bertujuan untuk mengembangkan pengobatan yang lebih tepat bagi masyarakat.
Menkes mengatakan program ini bertujuan untuk mengembangkan pengobatan yang lebih tepat bagi masyarakat. "Caranya dengan mengandalkan teknologi pengumpulan informasi genetik atau genom dari manusia maupun patogen seperti virus dan bakteri yang disebut dengan whole genome sequencing atau WGS," katanya.
Melalui BGS-I, kata Menkes, metode WGS akan dimanfaatkan untuk penelitian pengembangan pengobatan pada enam kategori penyakit utama lainnya, yaitu kanker, penyakit menular, penyakit otak dan neurodegeneratif, penyakit metabolik, gangguan genetik dan penuaan.
Melalui BGS-I, kata Menkes, metode WGS akan dimanfaatkan untuk penelitian pengembangan pengobatan pada enam kategori penyakit utama lainnya, yaitu kanker, penyakit menular, penyakit otak dan neurodegeneratif, penyakit metabolik, gangguan genetik dan penuaan.
Dalam implementasinya, BGSi dilaksanakan di tujuh rumah sakit vertikal yaitu RSUPN RSCM, RS Pusat Otak Nasional (RS PON), RSPI Sulianto Saroso, RSUP Persahabatan, RS Kanker Dharmais, RSUP Sardjito, hingga RS Prof I.G.N.G. Ngoerah.
Dalam implementasinya, BGSi dilaksanakan di tujuh rumah sakit vertikal yaitu RSUPN RSCM, RS Pusat Otak Nasional (RS PON), RSPI Sulianto Saroso, RSUP Persahabatan, RS Kanker Dharmais, RSUP Sardjito, hingga RS Prof I.G.N.G. Ngoerah.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menyatakan apresiasi terhadap peluncuran BGSi.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menyatakan apresiasi terhadap peluncuran BGSi. "Kami berharap inisiatif futuristik tersebut akan mempercepat indeks pembangunan manusia," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang turut hadir dalam peluncuran BGSi mendorong agar inisiatif baik ini terus ditingkatkan dan diperluas melalui kerja sama dengan investor teknologi dari negara lain.
Sementara itu, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang turut hadir dalam peluncuran BGSi mendorong agar inisiatif baik ini terus ditingkatkan dan diperluas melalui kerja sama dengan investor teknologi dari negara lain.

Kemenkes Luncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi)

15 Agustus 2022 10:45
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang merupakan inisiatif nasional pertama untuk mendeteksi potensi penyakit di masa depan.

"Teknologi ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat ke depan. Melalui bioteknologi genome sequensing ini, kemampuan untuk mengidentifikasi sumber penyakit dan mengobatinya akan sangat pasti dan personal," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Minggu, 14 Agustus 2022.

Usai meresmikan peluncuran BGSi di Gedung Eijkman RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Menkes mengatakan program ini bertujuan untuk mengembangkan pengobatan yang lebih tepat bagi masyarakat.

"Caranya dengan mengandalkan teknologi pengumpulan informasi genetik atau genom dari manusia maupun patogen seperti virus dan bakteri yang disebut dengan whole genome sequencing atau WGS," katanya.

Melalui BGS-I, kata Menkes, metode WGS akan dimanfaatkan untuk penelitian pengembangan pengobatan pada enam kategori penyakit utama lainnya, yaitu kanker, penyakit menular, penyakit otak dan neurodegeneratif, penyakit metabolik, gangguan genetik dan penuaan.
  
Dalam implementasinya, BGSi dilaksanakan di tujuh rumah sakit vertikal yaitu RSUPN RSCM, RS Pusat Otak Nasional (RS PON), RSPI Sulianto Saroso, RSUP Persahabatan, RS Kanker Dharmais, RSUP Sardjito, hingga RS Prof I.G.N.G. Ngoerah. 

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menyatakan apresiasi terhadap peluncuran BGSi.

"Kami berharap inisiatif futuristik tersebut akan mempercepat indeks pembangunan manusia," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang turut hadir dalam peluncuran BGSi mendorong agar inisiatif baik ini terus ditingkatkan dan diperluas melalui kerja sama dengan investor teknologi dari negara lain. Dok: Kementerian Kesehatan

(WWD)

Gaya kemenkes kesehatan menteri kesehatan menko marives menko pmk

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif