Kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menjadi tempat wisata favorit bagi wisatawan. Selama libur Idulfitri 1442 Hijriyah, terhitung sejak Kamis, 13 Mei 2021 hingga Sabtu, 15 Mei 2021, jumlah kunjungan wisatawan ditaksir mencapai lebih kurang seribuan orang.
Kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menjadi tempat wisata favorit bagi wisatawan. Selama libur Idulfitri 1442 Hijriyah, terhitung sejak Kamis, 13 Mei 2021 hingga Sabtu, 15 Mei 2021, jumlah kunjungan wisatawan ditaksir mencapai lebih kurang seribuan orang.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan membuat para petugas lebih ekstra mengawasi. Utamanya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan membuat para petugas lebih ekstra mengawasi. Utamanya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan. "Kami terapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung sejak memasuki pintu gerbang. Setiap wisatawan diperiksa suhu tubuh, kemudian diwajibkan memakai masker," kata Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana.

Wisatawan Serbu Situs Megalit Gunung Padang Cianjur

Gaya Pariwisata wisata sejarah wisata jawa barat
15 Mei 2021 16:09
Cianjur: Kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih menjadi tempat wisata favorit bagi wisatawan. Selama libur Idulfitri 1442 Hijriyah, terhitung sejak Kamis, 13 Mei 2021 hingga Sabtu, 15 Mei 2021, jumlah kunjungan wisatawan ditaksir mencapai lebih kurang seribuan orang.

Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, menjelaskan meningkatnya kunjungan wisatawan mulai terlihat sejak hari H Idulfitri. Wisatawan yang mayoritas merupakan warga lokal di Cianjur mulai berdatangan baik secara rombongan maupun sendiri.

"Dari data yang kami catat, pada Lebaran (Kamis), jumlah kunjungan wisatawan lebih kurang ada 150 orang. Rata-rata mereka datang pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan pulang pada siang menjelang sore," kata Nanang.

Jumlah kunjungan semakin meningkat dua hari kemudian. Pada Jumat, 14 Mei 2021, jumlah wisatawan bertambah menjadi 250 orang.

"Kalau hari ini (Sabtu) hingga siang, tercatat ada sekitar 500 orang. Jumlahnya mungkin bertambah lagi," jelas Nanang.

Relatif membludaknya wisatawan yang datang berbanding terbalik dengan kondisi selama Ramadan. Saat Puasa, kawasan wisata yang digadang-gadang menjadi tempat sejarah peradaban manusia itu relatif cukup sepi.

"Iya, selama Ramadan mah jarang yang datang. Memang kondisi (Ramadan) terjadi seperti itu setiap tahun. Jarang ada yang datang untuk ngabuburit," jelasnya.

Nanang mengaku, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan membuat para petugas lebih ekstra mengawasi. Utamanya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.

"Kami terapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung sejak memasuki pintu gerbang. Setiap wisatawan diperiksa suhu tubuh, kemudian diwajibkan memakai masker," jelas Nanang.

Pun selama beraktivitas di puncak Gunung Padang, para wisatawan dipantau langsung para petugas. Dengan menggunakan megaphone, petugas mengingatkan wisatawan agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kami akan menegur wisatawan yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pada penerapan prokes, kami juga dibantu aparat kepolisian dan elemen lainnya," pungkasnya.

Di kawasan situs megalitikum Gunung Padang terdapat 5 teras. Di setiap teras terdapat bebatuan punden berundak yang diyakini dulunya merupakan aktivitas masyarakat prasejarah. MI/Benny Bastiady

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif