Pemuda menampilkan tarian Cakalele di Pulau Neira, Banda, Maluku, Jumat, 13 November 2020.
Pemuda menampilkan tarian Cakalele di Pulau Neira, Banda, Maluku, Jumat, 13 November 2020.
Tarian tersebut dipentaskan dalam acara kebudayaan Buka Kampung, di mana acara tersebut merupakan ritual kuno permohonan izin kepada arwah leluhur untuk mengadakan kegiatan besar.
Tarian tersebut dipentaskan dalam acara kebudayaan Buka Kampung, di mana acara tersebut merupakan ritual kuno permohonan izin kepada arwah leluhur untuk mengadakan kegiatan besar.
Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia.
Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia.
Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (saputangan).
Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (saputangan).

Melestarikan Tarian Tradisional Cakalele

Gaya kesenian tari-tarian
14 November 2020 13:12
Pulau Banda: Sejumlah pemuda menampilkan tarian Cakalele di Pulau Neira, Banda, Maluku, Jumat, 13 November 2020.

Tarian tersebut dipentaskan dalam acara kebudayaan Buka Kampung, di mana acara tersebut merupakan ritual kuno permohonan izin kepada arwah leluhur untuk mengadakan kegiatan besar. 

Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia.

Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (saputangan). 

Penari pria mengenakan kostum yang didominasi warna merah dan kuning, serta memakai penutup kepala aluminum yang disisipi dengan bulu putih. Kostum celana merah pada penari pria melambangkan kepahlawanan, keberanian, dan patriotisme rakyat Maluku. 

Pedang atau parang pada tangan kanan penari melambangkan martabat penduduk Maluku yang harus dijaga sampai mati, sedangkan perisai dan teriakan keras para penari melambangkan gerakan protes melawan sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada rakyat. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif