Trauma dan kecemasan berkepanjangan masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat. Tidak sedikit orang mengira waktu mampu menghapus pengalaman masa lalu, padahal tekanan emosional kerap tetap muncul dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Trauma dan kecemasan berkepanjangan masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat. Tidak sedikit orang mengira waktu mampu menghapus pengalaman masa lalu, padahal tekanan emosional kerap tetap muncul dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.
“Banyak orang mengira masalahnya selesai karena waktu sudah berlalu. Padahal, jika emosinya belum diproses, maka akan tetap tersimpan,” kata praktisi hypnotherapy, Rian Trianoto, dalam keterangan pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.
“Banyak orang mengira masalahnya selesai karena waktu sudah berlalu. Padahal, jika emosinya belum diproses, maka akan tetap tersimpan,” kata praktisi hypnotherapy, Rian Trianoto, dalam keterangan pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.

Kenali Dampak Trauma dan Cara Mengatasinya Lewat Hypnotherapy Bersama Jinawa Project

02 April 2026 13:12

Jakarta: Trauma dan kecemasan berkepanjangan masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat. Tidak sedikit orang mengira waktu mampu menghapus pengalaman masa lalu, padahal tekanan emosional kerap tetap muncul dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Banyak orang mengira masalahnya selesai karena waktu sudah berlalu. Padahal, jika emosinya belum diproses, maka akan tetap tersimpan,” kata praktisi hypnotherapy, Rian Trianoto, dalam keterangan pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.

Menurut Rian, pengalaman emosional yang tidak terselesaikan cenderung tersimpan di pikiran bawah sadar dan dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, bereaksi, hingga mengambil keputusan. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian orang masih merasakan dampak dari pengalaman lama meski telah berusaha melupakannya.

Ia menekankan trauma tidak selalu berasal dari peristiwa besar. Pengalaman yang tampak sederhana namun terjadi berulang, seperti kritik terus-menerus atau rasa tidak aman sejak kecil, dapat membentuk luka batin yang bertahan lama.

Untuk membantu proses tersebut, Rian bersama timnya mengembangkan Jinawa Project, pendekatan pendampingan emosional berbasis hypnotherapy. Metode ini berfokus pada upaya mengakses pikiran bawah sadar, melepaskan emosi terpendam, serta membantu individu berdamai dengan dirinya.

“Jinawa Project hadir untuk membantu orang melepaskan luka batin, menenangkan pikiran, dan kembali menemukan kedamaian dalam diri,” jelas Rian.

Seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, pendekatan yang menyentuh akar persoalan dinilai semakin relevan. Dalam praktiknya, hypnotherapy tidak dimaksudkan sebagai pengganti terapi konvensional, melainkan sebagai metode pendamping dalam proses pemulihan.

Rian menegaskan pemulihan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang membutuhkan kesiapan individu untuk menghadapi emosinya.

“Yang terpenting adalah kesediaan seseorang untuk menghadapi dan memproses emosinya, bukan terus berusaha melupakannya,” ujarnya. Dok. Istimewa



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

Gaya hipnoterapi kecemasan