Kampung Pasundan Cisamaya atau Blok Cisamaya dulunya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah dari desa-desa tetangga. Tetapi sekarang telah menjadi tempat wisata.
Kampung Pasundan Cisamaya atau Blok Cisamaya dulunya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah dari desa-desa tetangga. Tetapi sekarang telah menjadi tempat wisata.
Semua warga terlibat dalam pembangunan wisata di Kampung Pasundan Cisamaya, mulai dari penampilan kesenian tradisional, menyajikan makanan tradisional, hingga menampilkan dan melatih berbagai keterampilan seperti membatik.
Semua warga terlibat dalam pembangunan wisata di Kampung Pasundan Cisamaya, mulai dari penampilan kesenian tradisional, menyajikan makanan tradisional, hingga menampilkan dan melatih berbagai keterampilan seperti membatik.
Di lokasi itu dibangun rumah-rumah perdesaaan zaman dulu. Rumah dibangun menggunakan bilik beratapkan daun welit. Rumah-rumah desa itu didirikan sebagai tempat penginapan. Di rumah itu, keluarga bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati kebersamaan.
Di lokasi itu dibangun rumah-rumah perdesaaan zaman dulu. Rumah dibangun menggunakan bilik beratapkan daun welit. Rumah-rumah desa itu didirikan sebagai tempat penginapan. Di rumah itu, keluarga bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati kebersamaan.

Wow! Siapa Sangka, Destinasi Wisata Ini Dulunya Tempat Sampah

15 Oktober 2022 12:23
Kuningan: Dulunya tempat pembuangan sampah, sekarang menjadi tempat wisata. Itulah transformasi yang terjadi di Kampung Pasundan Cisamaya, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kampung Pasundan Cisamaya atau Blok Cisamaya dulunya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah dari desa-desa tetangga.

“Namun, sejak 2019, kami berupaya untuk membersihkan sampah-sampah itu,” kata Rudy Hartanto, koordinator Kampung Pasundan Cisamaya, Jumat, 14 Oktober 2022.

Sampah diuruk lalu di atasnya dibangun gazebo sebagai tempat menyambut tamu. Sekalipun merupakan tempat pembuangan sampah, tak tercium sedikit pun bau sampah di lokasi tersebut. Yang tercium justru wewangian dari pohon pinus yang mengelililngi kampung tersebut. 

“Terlebih jika hujan turun, wangi pinus semakin tercium,” lanjutnya.

Di lokasi itu dibangun rumah-rumah perdesaaan zaman dulu. Rumah dibangun menggunakan bilik beratapkan daun welit. Rumah-rumah desa itu didirikan sebagai tempat penginapan. Di rumah itu, keluarga bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati kebersamaan. 

“Kita konsepnya menginap ke rumah nini (rumah nenek),” terangnya.

Semua warga, menurut Rudy, terlibat dalam pembangunan wisata di Kampung Pasundan Cisamaya, mulai dari penampilan kesenian tradisional, menyajikan makanan tradisional, hingga menampilkan dan melatih berbagai keterampilan seperti membatik. 

“Kita juga mengajak tamu yang datang untuk memainkan permainan tradisional yang dulu sering dimainkan anak-anak,” lanjutnya.

Dengan keindahan alam yang eksotik, Kampung Pasundan Cisamaya kini juga memiliki kegiatan healing forest atau kegiatan wisata sekaligus terapi dengan merasakan atmosfer hutan dan alam yang ada di daerah tersebut.

Promosi terus digencarkan melalui media sosial dengan menyajikan beragam foto dan informasi menarik. Dampaknya sudah terlihat dengan selalu hadirnya wisatawan setiap hari di Kampung Pasundan Cisamaya. 

“Setiap hari ada saja wisatawan yang datang menikmati keindahan Pasundan Cisamaya,” tutur Rudy. MI/Nurul Hidayah

(WWD)

Gaya Pariwisata wisata Wisata Alam Jawa Barat

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif