”RS IHC Perkebunan Jember Klinik telah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas lahir dari profesionalisme, dedikasi, dan ketulusan seluruh insan rumah sakit. Pertahankan kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dengan kerja keras selama ini,” kata Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.
Hal ini disampaikan Iriawan saat melakukan rangkaian Management Walkthrough (MWT) di sejumlah wilayah operasional Pertamina, Jawa Timur. Salah satu yang dikunjungi, yakni RS IHC Perkebunan Jember Klinik di Jember, Kamis, 2 Juli 2026.
Di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Bedadung, Kaliwates, tersebut, Iriawan meninjau berbagai fasilitas utama. Mulai dari layanan Medical Check Up (MCU), Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, ruang rawat inap, poliklinik spesialis, laboratorium, hingga instalasi farmasi.
Menurut dia, tantangan sektor kesehatan akan semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Dia menekankan pengembangan fasilitas dan pemanfaatan teknologi medis mutakhir harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
”Teruslah berinovasi, tingkatkan kompetensi, serta jaga keramahan dan empati kepada setiap pasien. Keramahan adalah jiwa pelayanan kesehatan, sedangkan profesionalisme menjadi fondasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Iriawan.
Iriawan menambahkan budaya kerja yang menjunjung ketulusan, inklusivitas, kesiapsiagaan, dedikasi, dan profesionalisme harus terus dipertahankan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
“Nilai-nilai inilah yang menjadikan rumah sakit tidak hanya unggul dari sisi fasilitas, tetapi juga dipercaya masyarakat,” kata Iriawan.
Iriawan juga mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan.
Ciptakan Ekosistem Pemberdayaan lewat KANG ILING
Iriawan meninjau implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu, 1 Juli 2026. Iriawan melihat langsung pelaksanaan program Kalanganyar Circular Living Initiative (KANG ILING) yang dikembangkan Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda.Program berbasis ekonomi sirkular itu mengintegrasikan pengelolaan limbah cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi. Lewat program itu, Pertamina dan masyarakat membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi membuka peluang usaha bagi perempuan mantan buruh tambak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok masyarakat lainnya.
Sebanyak 550 kepala keluarga telah terintegrasi dalam sistem pemberdayaan tersebut dengan melibatkan 79 anggota aktif, termasuk 42 perempuan mantan buruh tambak. Program itu juga mencatat omzet mencapai Rp 788,4 juta dalam setahun.
Iriawan menilai program KANG ILING menjadi contoh nyata program TJSL perusahaan harus mampu menciptakan kemandirian masyarakat dan memberikan dampak jangka panjang.
"Program seperti ini menunjukkan, CSR Pertamina tidak hanya berorientasi pada bantuan semata, tetapi mampu membangun kemandirian masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan. Saya berharap program ini terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Iriawan.
Dia mengingatkan agar seluruh pihak menjaga keberlanjutan program yang telah dibangun bersama masyarakat. ”Lanjutkan dan bina terus. Apa yang sudah dibangun, jangan ditinggalkan, karena biar Pertamina semakin jaya,” ujar Iriawan.
Salah seorang penerima manfaat program, Solikha, mengaku kehadiran Pertamina telah mengubah wajah kampungnya. Sebelum program berjalan, limbah rumah tangga dan limbah pengolahan ikan kerap dibuang begitu saja ke saluran air.
”Pertama kali di sini kampung ini kumuh. Sebelum ada Pertamina, limbah semuanya biasanya dibuang di selokan. Kami kemudian dibuatkan tempat seperti ini, yakni Anaerobic Biofilter. Kampung kami sekarang jadi semakin dikenal. Ada edukasi, wisata, bahkan anak-anak akademi sering datang ke sini untuk belajar,” urai Solikha. Dok. Istimewa Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News