Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan petani menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berbasis inovasi.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan petani menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berbasis inovasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen raya jagung yang digelar Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jawa Timur.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen raya jagung yang digelar Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jawa Timur.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk mencapai target swasembada pangan nasional di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk mencapai target swasembada pangan nasional di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim.

Inovasi Benih Jagung Dinilai Mampu Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani

07 Juli 2026 22:08
Ponorogo: Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan petani menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berbasis inovasi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen raya jagung yang digelar Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jawa Timur. 

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Masun, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Rido Kurnianto, Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, Aditia Rusmawan; serta perwakilan kelompok tani dari Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk mencapai target swasembada pangan nasional di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim.

"Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam. Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta seperti Bayer menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat mendorong sentra produksi daerah menjadi penopang produksi jagung nasional," ujarnya.

Pentingnya peningkatan produktivitas juga terlihat dari tren produksi jagung nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Januari 2026, luas panen jagung pipilan secara nasional mencapai 0,24 juta hektare, atau meningkat 11,17 persen dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sebesar 0,22 juta hektare. Dalam periode yang sama, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, naik 11,09 persen dari 1,25 juta ton pada Januari 2025. 

Sebagai salah satu dari 10 besar daerah penghasil jagung di Jawa Timur, Ponorogo memiliki luas panen jagung mencapai sekitar 39.046 hektare dengan produksi 284.242 ton pada 2025 atau produktivitas rata-rata 7,28 ton per hektare. Potensi tersebut menjadikan Ponorogo sebagai salah satu wilayah strategis dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan,”Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Ponorogo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di tengah tantangan yang terus berkembang, pemanfaatan inovasi dan teknologi menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung pencapaian target swasembada jagung nasional.” 
Dalam konteks tersebut, kolaborasi dengan Bayer melalui penggunaan varietas Dekalb DK19C menjadi contoh penerapan inovasi benih di lapangan. Evaluasi teknis di desa Pinjeran, Siman, Ponorogo menunjukkan performa agronomi yang baik. 

Aditia Rusmawan, Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia menambahkan,
“Bagi Bayer, inovasi pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui teknologi benih jagung hibrida Dekalb, kami ingin membantu petani meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil panen yang bernilai ekonomi lebih baik. Penggunaan benih jagung DK19C menunjukkan bagaimana inovasi berbasis sains dapat diterapkan secara nyata di lapangan untuk mendorong pertanian jagung yang lebih maju dan berkelanjutan.”

Aditia juga menambahkan Bayer dalam waktu dekat akan memperkenalkan benih jagung Dekalb DK 19S dan DK 09S, teknologi benih jagung bioteknologi yang memberikan dua cara kerja unik untuk melindungi tanaman dari hama di atas permukaan tanah seperti penggerek jagung dan ulat grayak. Benih jagung DK19S dan DK09S juga menyertakan toleransi terhadap herbisida Roundup Ready 2.

Dari sisi ekonomi, manfaat inovasi benih jagung juga dirasakan langsung dalam usaha tani. Rendemen yang tinggi dan kadar air yang rendah saat panen secara otomatis memangkas biaya pengeringan. Penguatan produktivitas ini tidak hanya berbicara soal tonase panen, tetapi juga pembentukan margin keuntungan bersih petani melalui output bobot pipilan yang maksimal dengan input yang optimal. 

Miswanto, petani jagung asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo mengatakan, "Sejak menggunakan benih jagung Dekalb DK19C, pertumbuhan tanaman lebih seragam, tongkolnya lebih bagus, dan hasil panennya meningkat. Selain produksinya lebih tinggi, biaya juga lebih efisien karena kualitas panennya baik. Pendampingan budidaya dari Bayer, juga membuat kami lebih percaya diri menerapkan teknologi baru di lahan." 

Kolaborasi pemerintah, pemerintah daerah, Bayer, dan petani menjadi fondasi penting dalam membangun pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju swasembada jagung. Dok. Istimewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

Ekonomi Petani jagung