Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah menggelontorkan pembayaran uang muka atau down payment (DP) untuk pengadaan vaksin covid-19 yang jumlahnya mencapai Rp3,3 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah menggelontorkan pembayaran uang muka atau down payment (DP) untuk pengadaan vaksin covid-19 yang jumlahnya mencapai Rp3,3 triliun.
"Seluruh dana yang disiapkan Rp37 triliun untuk program multiyear," katanya dalam jumpa pers setelah rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jakarta, Jumat, 4 Agustus 2020.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengungkapkan angka pemulihan atau 'recovery rate' di Indonesia mencapai 71,7 persen atau lebih tinggi dari global dan angka kematian mencapai 4,2 persen.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengungkapkan angka pemulihan atau 'recovery rate' di Indonesia mencapai 71,7 persen atau lebih tinggi dari global dan angka kematian mencapai 4,2 persen.

Rp3,3 Triliun, Uang Muka untuk Vaksin Covid-19

04 September 2020 21:16
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah menggelontorkan pembayaran uang muka atau down payment (DP) untuk pengadaan vaksin covid-19 yang jumlahnya mencapai Rp3,3 triliun.

"Seluruh dana yang disiapkan Rp37 triliun untuk program multiyear," katanya dalam jumpa pers setelah rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jakarta, Jumat, 4 Agustus 2020.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengungkapkan angka pemulihan atau 'recovery rate' di Indonesia mencapai 71,7 persen atau lebih tinggi dari global dan angka kematian mencapai 4,2 persen.

Sementara itu, hingga saat ini beberapa kandidat vaksin covid-19 masih dalam tahap pengujian di Indonesia, di tengah para produsen dari sejumlah negara di dunia berlomba menemukan vaksin tersebut.

Seperti di ketahui saat ini sedang dilakukan uji klinis fase III vaksin covid-19 bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac dan produksinya dilakukan BUMN Bio Farma.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa diperkirakan ada sekitar 160 juta warga Indonesia yang diproritaskan mencapatkan vaksin, dimana per orang membutuhkan dua dosis.

Apabila uji klinis usai, kandidat vaksin itu akan didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ditargetkan pada Januari 2021.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan vaksin sendiri yakni vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Vaksin Merah Putih dijadwalkan bisa menyelesaikan uji coba pada hewan pada akhir 2020.

Setelah uji itu efektif, bibit vaksin akan diserahkan kepada Bio Farma untuk kemudian dilakukan uji prakilinis dan klinis. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Ekonomi Virus Korona covid-19 vaksin covid-19