Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menyelenggarakan FertInnovation Challenge 2025 yang diikuti lebih dari 1.620 inovator dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Melalui ajang ini, Pupuk Indonesia mendorong penguatan ekosistem inovasi pertanian dan kemandirian pangan nasional.
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, mengatakan FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi, melainkan instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.
“Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton dalam Awarding Ceremony FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Platform dua tahunan ini menjadi media transformasi pertanian berbasis inovasi melalui pendekatan open innovation untuk menyerap gagasan transformatif dari inovator eksternal.
Tahun ini, FertInnovation Challenge mengusung tema Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency. Antusiasme peserta tercermin dari keterlibatan lintas disiplin dan lintas institusi dalam setiap kategori lomba.
Adapun empat kategori strategis yang dipertandingkan meliputi Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering. Seluruh karya inovasi melalui proses seleksi bertahap, mulai dari seleksi administratif hingga final pitching.
“Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir, mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi,” kata Jamsaton.
Para inovator berkesempatan memperoleh hadiah hingga miliaran rupiah. Juara pertama di setiap kategori mendapatkan Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp10 juta.
Selain pemberian apresiasi, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri dengan potensi pendanaan hingga Rp2 miliar.
Jamsaton menegaskan FertInnovation Challenge menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi.
“Kami percaya inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi produksi, ketahanan distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” tandasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini semakin menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler di sektor agribisnis melalui percepatan hilirisasi riset dan penciptaan nilai tambah ekonomi serta sosial bagi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi yang dibangun melalui FertInnovation menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa,” tutup Jamsaton. Dok. Istimewa Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News