Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia, di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 30 Juni 2020.
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia, di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 30 Juni 2020.
Jokowi mengatakan terdapat tujuh perusahaan dari negara lain yang sudah memastikan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia, dan ada 17 lainnya yang sudah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Tanah Air.
Jokowi mengatakan terdapat tujuh perusahaan dari negara lain yang sudah memastikan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia, dan ada 17 lainnya yang sudah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Tanah Air.
"Saya senang hari ini ada tujuh yang pasti. Kemudian ada 17 yang miliki komitmen besar, sudah masuk 60 persen hampir 100 persen," kata Presiden Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa, 30 Juni 2020.
Jokowi menginstruksikan jajaran menteri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar perusahaan-perusahaan asing agar merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dengan adanya relokasi industri dari negara lain ke Indonesia, maka akan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menstimulus perekonomian.
Jokowi menginstruksikan jajaran menteri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar perusahaan-perusahaan asing agar merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dengan adanya relokasi industri dari negara lain ke Indonesia, maka akan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menstimulus perekonomian.
Jokowi menekankan tingkat daya saing usaha dan investasi Indonesia harus lebih baik dibanding negara lain agar dapat mengundang investor. Salah satu contoh upayanya, lanjut dia, adalah mempercepat perizinan relokasi dibanding jangka waktu perizinan di negara lain. Selain itu, kata Presiden, bisa juga dengan memberikan harga tanah yang kompetitif dibanding negara lain.
Jokowi menekankan tingkat daya saing usaha dan investasi Indonesia harus lebih baik dibanding negara lain agar dapat mengundang investor. Salah satu contoh upayanya, lanjut dia, adalah mempercepat perizinan relokasi dibanding jangka waktu perizinan di negara lain. Selain itu, kata Presiden, bisa juga dengan memberikan harga tanah yang kompetitif dibanding negara lain.
Saat ini, kata Presiden, kecepatan untuk mengurus perizinan merupakan daya tarik yang paling dicari investor dan dunia usaha.
Saat ini, kata Presiden, kecepatan untuk mengurus perizinan merupakan daya tarik yang paling dicari investor dan dunia usaha. "Sekarang bukan negara besar kalahkan negara kecil tapi negara cepat kalahkan yang lambat," katan Jokowi.

Presiden: 7 Perusahaan Pastikan Relokasi ke RI, 17 Komitmen

Ekonomi investasi
30 Juni 2020 16:45
Batang: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terdapat tujuh perusahaan dari negara lain yang sudah memastikan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia, dan ada 17 lainnya yang sudah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Tanah Air.

"Saya senang hari ini ada tujuh yang pasti. Kemudian ada 17 yang miliki komitmen besar, sudah masuk 60 persen hampir 100 persen," kata Presiden Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa, 30 Juni 2020.

Jokowi menginstruksikan jajaran menteri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar perusahaan-perusahaan asing agar merelokasi pabriknya ke Indonesia. Dengan adanya relokasi industri dari negara lain ke Indonesia, maka akan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menstimulus perekonomian.

"Saya sudah sampaikan ke menteri dan Kepala BKPM untuk terus dikejar, layani, disampaikan fasilitas yang ingin kita berikan, baik urusan lahan, izin, listrik, gas dan lainnya yang bisa beri daya saing bangsa kita," ujarnya.

Jokowi menekankan tingkat daya saing usaha dan investasi Indonesia harus lebih baik dibanding negara lain agar dapat mengundang investor. Salah satu contoh upayanya, lanjut dia, adalah mempercepat perizinan relokasi dibanding jangka waktu perizinan di negara lain. Selain itu, kata Presiden, bisa juga dengan memberikan harga tanah yang kompetitif dibanding negara lain.

"Tujuan besarnya membuka lapangan kerja sebesar-besarnya kepada warga. Saya tidak mau lagi. Tadi ada potensi 119 perusahaan akan relokasi, jangan sampai kita tidak dapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia," tambah Presiden.

Saat ini, kata Presiden, kecepatan untuk mengurus perizinan merupakan daya tarik yang paling dicari investor dan dunia usaha. "Sekarang bukan negara besar kalahkan negara kecil tapi negara cepat kalahkan yang lambat," katan Jokowi. BPMI Setpres/Laily Rachev
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif