Menurut Presiden, mengelola negara sebesar Indonesia tidaklah mudah dengan kekayaan keberagaman suku, budaya, agama dan luasnya geografis Tanah Air. Jokowi menyatakan, para pimpinan daerah harus memperkuat jalinan komunikasi dan berhati-hati mengatasi persoalan-persoalan kecil sekalipun.
Menurut Presiden, mengelola negara sebesar Indonesia tidaklah mudah dengan kekayaan keberagaman suku, budaya, agama dan luasnya geografis Tanah Air. Jokowi menyatakan, para pimpinan daerah harus memperkuat jalinan komunikasi dan berhati-hati mengatasi persoalan-persoalan kecil sekalipun. "Tak terkecuali, tantangan eksternal juga dihadapi oleh Indonesia yakni resesi ekonomi global maupun pertumbuhan ekonomi yang melambat," ucapnya.
Menurut Presiden, mengelola negara sebesar Indonesia tidaklah mudah dengan kekayaan keberagaman suku, budaya, agama dan luasnya geografis Tanah Air. Jokowi menyatakan, para pimpinan daerah harus memperkuat jalinan komunikasi dan berhati-hati mengatasi persoalan-persoalan kecil sekalipun.
Menurut Presiden, mengelola negara sebesar Indonesia tidaklah mudah dengan kekayaan keberagaman suku, budaya, agama dan luasnya geografis Tanah Air. Jokowi menyatakan, para pimpinan daerah harus memperkuat jalinan komunikasi dan berhati-hati mengatasi persoalan-persoalan kecil sekalipun. "Tak terkecuali, tantangan eksternal juga dihadapi oleh Indonesia yakni resesi ekonomi global maupun pertumbuhan ekonomi yang melambat," ucapnya.
Jokowi menceritakan saat pertemuannya dengan Presiden Bank Dunia David Malpass, maupun Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, keduanya menjelaskan kemungkinan kondisi ekonomi dunia pada 2020 akan lebih sulit.
Jokowi menceritakan saat pertemuannya dengan Presiden Bank Dunia David Malpass, maupun Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, keduanya menjelaskan kemungkinan kondisi ekonomi dunia pada 2020 akan lebih sulit. "Saya bertemu juga dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, beliau menyampaikan hal yang sama persis untuk kita semuanya hati-hati karena dunia baru menuju ke sebuah resesi. Kita melihat negara-negara lain yang dulu tumbuh 7 persen tahu-tahu menjadi minus, artinya sudah resesi, yang dulu 90 persen turun menjadi 6 persen, yang dulu 4 persen sekarang turun menjadi 0,5 persen," jelas Presiden.
Presiden menambahkan lelang belanja untuk pembangunan di daerah perlu dilakukan sesegera mungkin sehingga peredaran uang di daerah semakin banyak dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri sejak awal tahun. Selain itu, Presiden juga menyampaikan perlunya para pimpinan di daerah menjaga komunikasi yang erat dan mengelola persoalan dengan baik.
Presiden menambahkan lelang belanja untuk pembangunan di daerah perlu dilakukan sesegera mungkin sehingga peredaran uang di daerah semakin banyak dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri sejak awal tahun. Selain itu, Presiden juga menyampaikan perlunya para pimpinan di daerah menjaga komunikasi yang erat dan mengelola persoalan dengan baik. "Hubungan harmonis seperti itu akan sangat mempengaruhi tensi yang ada di daerah. Kalau ada salah satu yang tadi saya sebut tidak rukun satu saja, akan menjadi masalah besar dalam menangani setiap problem-problem yang ada di daerah," kata Presiden.

Jokowi: Kita Patut Bersyukur Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

Ekonomi pertumbuhan ekonomi
13 November 2019 12:03
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyatakan bangsa Indonesia hendaknya bersyukur atas pertumbuhan ekonomi yang terjaga di atas 5 persen. Hal itu dikatakan Jokowi  saat menyampaikan sambutan di Rakornas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Sentul Jawa Barat pada Rabu, 13 November 2019. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif