Sepatu Trail run yang dirancang untuk medan seperti tanah, batu, jalur berlumpur, atau permukaan yang tidak rata. Foto: Salomon
Sepatu Trail run yang dirancang untuk medan seperti tanah, batu, jalur berlumpur, atau permukaan yang tidak rata. Foto: Salomon

Jenis Sepatu Lari dan Fungsinya, Jangan Sampai Salah Pilih

Arif Wicaksono • 24 September 2026 17:49
Jakarta : Lari menjadi salah satu olahraga yang cukup mudah dilakukan. Namun, ketika mulai mencari perlengkapannya, terutama sepatu, pilihan yang tersedia justru bisa membuat bingung. Ada daily trainer, racing shoes, trail running shoes, stability shoes, hingga sepatu dengan bantalan maksimal.
 
Masing-masing memiliki karakter dan fungsi yang berbeda. Karena itu, memilih sepatu lari sebaiknya tidak hanya berdasarkan model atau merek, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat berlari.
 
Berikut beberapa jenis sepatu lari yang umum digunakan.

1. Daily Trainer

Daily trainer merupakan sepatu yang dirancang untuk latihan lari rutin. Jenis ini menjadi salah satu pilihan yang serbaguna karena dapat digunakan untuk berbagai sesi, seperti easy run, recovery run, hingga long run, tergantung karakter masing-masing sepatu.

Daily trainer umumnya mengutamakan keseimbangan antara kenyamanan, bantalan, daya tahan, dan responsivitas. Karena digunakan berulang kali, durability juga menjadi salah satu pertimbangan penting.
 
Bagi orang yang baru mulai rutin berlari dan hanya ingin memiliki satu pasang sepatu untuk berbagai latihan, daily trainer dapat menjadi salah satu pilihan yang praktis.

2. Racing Shoes

Berbeda dengan daily trainer, racing shoes dirancang dengan fokus lebih besar pada performa ketika berlari cepat atau mengikuti perlombaan.
 
Sepatu jenis ini biasanya mengutamakan bobot ringan, responsivitas, serta desain yang mendukung kecepatan. Beberapa racing shoes modern menggunakan carbon plate, meski keberadaan carbon plate bukan satu-satunya penentu apakah sebuah sepatu termasuk racing shoes.
 
Karena karakter desainnya lebih spesifik, racing shoes tidak selalu menjadi pilihan nyaman untuk semua jenis latihan.

3. Trail Running Shoes

Kalau biasanya berlari di jalan raya, jenis sepatu yang digunakan bisa berbeda ketika berpindah ke jalur alam.
 
Trail running shoes dirancang untuk medan seperti tanah, batu, jalur berlumpur, atau permukaan yang tidak rata. Salah satu cirinya adalah outsole dengan pola tapak atau lug yang lebih agresif untuk membantu memberikan cengkeraman pada permukaan tersebut.
 
Sepatu trail juga umumnya memberikan perlindungan dan stabilitas yang lebih sesuai untuk kondisi medan yang berubah-ubah.

4. Stability Shoes

Stability shoes dibuat dengan pendekatan desain yang memberikan dukungan dan rasa stabil tambahan saat berlari.
 
Namun, penting untuk tidak langsung menganggap bahwa setiap orang yang mengalami pronasi membutuhkan sepatu stability. Pronasi merupakan bagian dari gerakan alami kaki dan pemilihan sepatu tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan, bentuk kaki, pola gerak, serta kebutuhan latihan.
 
Jadi, jangan memilih stability shoes hanya karena melihat labelnya. Fit dan rasa nyaman saat digunakan tetap penting.

5. Max Cushion Shoes

Sesuai namanya, max cushion shoes memiliki bantalan yang lebih tebal dengan tujuan memberikan sensasi empuk ketika digunakan berlari.
 
Jenis ini dapat digunakan untuk sesi seperti recovery run atau long run, tergantung desain dan karakter masing-masing model. Bantalan yang lebih tebal juga tidak otomatis berarti lebih cocok untuk semua pelari.
 
Karena itu, tetap perhatikan bagaimana kaki terasa ketika sepatu digunakan dan apakah karakter sepatu sesuai dengan kebutuhan latihan.

Cara Memilih Sepatu Lari

Sebelum membeli, tentukan terlebih dahulu di mana dan untuk apa sepatu tersebut akan digunakan. Jika mayoritas latihan dilakukan di jalan raya dengan intensitas biasa, daily trainer bisa menjadi pilihan yang serbaguna.
 
Jika fokusnya mengikuti perlombaan atau latihan dengan pace tinggi, racing shoes dapat dipertimbangkan. Sementara itu, pelari yang sering masuk jalur tanah atau bebatuan sebaiknya melihat kategori trail running.
 
Selain jenisnya, perhatikan juga ukuran dan fit. Sepatu yang memiliki teknologi terbaru belum tentu terasa nyaman di kaki sendiri. Begitu juga dengan sepatu yang populer di kalangan pelari lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap orang.
 
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis sepatu lari yang cocok untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada medan, jenis latihan, frekuensi penggunaan, karakter kaki, serta kenyamanan saat berlari.
(Ellen Octovia Suherman)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(SAW)

LEAVE A COMMENT
LOADING
TERKAIT

BERITA LAINNYA