Perubahan Iklim. Foto: Istimewa.
Perubahan Iklim. Foto: Istimewa.

Tiga Inovator Teknologi Iklim Raih Dana Rp15 Miliar dari CIIC 2026

Arif Wicaksono • 08 Oktober 2026 08:15
Ringkasnya gini..
  • Tiga perusahaan inovasi iklim terpilih sebagai pemenang Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026 dan akan menerima total dana katalitik sebesar Rp15 miliar untuk mengembangkan serta menguji solusi mereka di Indonesia.
  • Ketiga pemenang tersebut adalah CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies. Masing-masing perusahaan memperoleh pendanaan Rp5 miliar sesuai kategori yang dimenangkan.
Jakarta: Tiga perusahaan inovasi iklim terpilih sebagai pemenang Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026 dan akan menerima total dana katalitik sebesar Rp15 miliar untuk mengembangkan serta menguji solusi mereka di Indonesia.

Ketiga pemenang tersebut adalah CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies. Masing-masing perusahaan memperoleh pendanaan Rp5 miliar sesuai kategori yang dimenangkan.
  Pengumuman pemenang dilakukan dalam Grand Finale CIIC 2026 yang digelar di Jakarta pada 6 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi salah satu sesi tematik dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026.

CIIC 2026 merupakan penyelenggaraan keempat yang digagas East Ventures bersama Temasek Foundation dan Tencent. Kompetisi ini diluncurkan pada 8 April 2026 untuk mencari dan mendukung inovasi teknologi yang dapat membantu menjawab tantangan perubahan iklim.

Pada tahun ini, kompetisi dibagi dalam tiga kategori utama, yakni Transisi Energi, Solusi Alam & Pangan, serta Ekonomi Sirkular.

Antusiasme terhadap kompetisi tersebut datang dari berbagai negara. CIIC 2026 menerima lebih dari 850 pendaftar yang berasal dari sekitar 60 negara.

Dari seluruh peserta, sembilan finalis kemudian dipilih untuk mempresentasikan solusi mereka dalam Grand Finale. Sebelum memasuki tahap akhir, para finalis juga memperoleh pendampingan dari sejumlah pemimpin industri untuk mengembangkan proyek dan memperkuat potensi penerapannya.

Tiga Pemenang

CRecTech keluar sebagai pemenang kategori Transisi Energi. Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi yang mengolah biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol.

Teknologi CRecTech diklaim mampu menghasilkan bio-metanol dengan biaya sekitar 50 persen lebih rendah sekaligus memangkas emisi hingga 93 persen.

Sementara itu, Blueyou memenangkan kategori Solusi Alam & Pangan. Solusi yang dikembangkan perusahaan tersebut menggabungkan restorasi ekosistem mangrove di lahan terdegradasi dengan produksi pangan biru tanpa penggunaan pakan maupun bahan kimia.

Model tersebut ditujukan tidak hanya untuk memulihkan ekosistem, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Blueyou menyebut pendekatannya dapat meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.

Adapun kategori Ekonomi Sirkular dimenangkan MacroCycle Technologies. Perusahaan ini mengembangkan teknologi untuk mendaur ulang poliester dari limbah tekstil menjadi material tekstil kembali.

Teknologi tersebut diklaim mampu menekan konsumsi energi dan emisi karbon masing-masing hingga 80 persen, serta mengurangi penggunaan air hingga 99 persen. Dari sisi harga, produk yang dihasilkan ditargetkan dapat bersaing dengan produk konvensional.

Partner East Ventures Avina Sugiarto mengatakan perkembangan CIIC menunjukkan bahwa inovasi iklim membutuhkan kolaborasi antara inovator, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Climate Impact Innovations Challenge mencerminkan keyakinan kami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjawab tantangan iklim saat ini, tetapi juga membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang yang tangguh," kata Avina.

Menurut dia, CIIC kini berkembang menjadi wadah yang mempertemukan inovasi, talenta, dan mitra dengan tujuan mendorong solusi iklim agar dapat memberikan dampak nyata.

Ada Tambahan Hibah dan Investasi

Selain dana katalitik Rp15 miliar untuk tiga pemenang, Grand Finale CIIC 2026 juga menghasilkan sejumlah komitmen pendanaan lainnya.

Tencent, misalnya, menyatakan komitmen pra-pembelian kredit karbon senilai USD1 juta kepada Yagasu. Sementara Sinar Mas Agribusiness & Food memberikan hibah USD50 ribu kepada CRecTech. Blueyou juga memperoleh investasi USD50 ribu dari Mana Impact. Di sisi lain, Vinerock Capital memberikan investasi USD50 ribu kepada CRecTech.

Head of Climate and Liveability Temasek Foundation Heng Li Lang mengatakan dukungan terhadap inovasi iklim diperlukan agar solusi yang dikembangkan dapat melewati tahap pengujian dan kemudian diperluas penerapannya.

"CIIC 2026 menandai komitmen kami yang semakin kuat terhadap aksi iklim. Dengan mengidentifikasi solusi unggulan dari berbagai negara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan diterapkan di tingkat lokal, CIIC akan mendukung para inovator di bidang iklim untuk memvalidasi, mengembangkan skala, dan pada akhirnya menjawab sejumlah tantangan iklim terbesar yang dihadapi umat manusia," ujar Heng.

Dukungan juga diberikan Tencent melalui fokus pada inovasi berbasis alam. Vice President for Sustainable Social Value Tencent Xu Hao mengatakan pengujian solusi melalui proyek percontohan di Indonesia dapat menjadi jembatan antara inovasi dan penerapan di lapangan.

"Berinvestasi pada alam merupakan investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Xu.

Percepat Tahap Penerapan Solusi di Indonesia 

Bagi para pemenang, pendanaan CIIC 2026 akan digunakan untuk mempercepat tahap pengujian dan penerapan solusi masing-masing di Indonesia.

Co-Founder sekaligus CEO CRecTech Lim Kang Hui mengatakan pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat proyek percontohan hingga tahap komersialisasi bersama sejumlah mitra lokal, termasuk Pertamina.

"Kami mengolah biogas yang belum termanfaatkan dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol hijau yang terjangkau. Dengan dukungan pendanaan katalitik dari CIIC, kami akan mempercepat tahap uji coba dan penerapan komersial di Indonesia bersama mitra lokal," ujar Lim.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO MacroCycle Technologies Stwart Pena Feliz mengatakan kemenangan dalam CIIC membuka peluang bagi perusahaan untuk menjalankan proyek pertamanya di Asia.

MacroCycle akan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan proyek bersama mitra lokal di Indonesia sekaligus menguji penerapan teknologi daur ulang tekstil dalam skala nyata.

CIIC 2026 didukung sejumlah mitra, antara lain Triputra Agro Persada sebagai Strategic Partner serta Mana Impact, Sinar Mas Agribusiness & Food, dan Vinerock Capital sebagai Investor Partner.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan