Pable menyulap limbah tekstil jadi benang daur ulang. Foto: dok Pable.
Pable menyulap limbah tekstil jadi benang daur ulang. Foto: dok Pable.

Menyulap Limbah Tekstil Jadi Benang Daur Ulang

Ekonomi lingkungan hidup tekstil pengolahan limbah
Ade Hapsari Lestarini • 18 November 2020 11:07
Surabaya: Sampah tekstil yang tidak dapat diurai menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya PT Daur Langkah Bersama (Pable), perusahaan pengelolaan limbah tekstil yang berdiri pada 2020 di Surabaya.
 
Founder & Creative Director Pable Aryenda Atma meyakini kehadiran perusahaannya mampu menawarkan alternatif baru dalam memproduksi dan mengonsumsi suatu produk.Salah satunya dengan mengadopsi konsep ekonomi sirkular, dengan menjadikannya sebagai misi Pable melalui #wearecircular.
 
Bentuk ekonomi ini bertolak belakang dengan bentuk ekonomi dominan dunia yaitu ekonomi linier yang merupakan salah satu penyebab utama limbah tekstil yang menjadi perhatian utama mereka. Informasi yang terdapat dalam Indonesia Circular Forum, menunjukkan 470 ribu ton tekstil terbuang percuma selama proses pembuatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat percaya bahwa Pable dapat menghadirkan alternatif baru dalam mengonsumsi sebuah produk. Di sini kami mengolah limbah tekstil, menjadikannya benang daur ulang, serta memprosesnya kembali menjadi barang baru," jelas dia, dalam keterangan resminya, Rabu, 18 November 2020.
 
Adapun dari hasil daur ulang sampah tekstil industri, Pable menghasilkan beberapa output seperti kain tekstil siap pakai yang dapat diaplikasikan menjadi pakaian, ataupun produk zero waste yang dapat dijual kembali seperti pouch, keset, serbet, karpet, alas piknik hingga keranjang. "Memproduksi tanpa limbah, itulah tujuan Pable," tambah dia.
 
Kini masyarakat memiliki pilihan untuk lebih bijaksana dalam menggunakan produk hasil daur ulang dan memperpanjang masa penggunaannya. "Tak hanya itu, mereka juga bisa turut bertanggung jawab akan kelangsungan bumi dengan cara yang lebih ramah, sesuai dengan tagline Pable, A Sustainable Solution," tambah Atma.
 
Konsep Kembali ke Desa menjadi cerita yang tidak terpisahkan dan membawa Pable untuk mencari desa-desa di Jawa Timur, agar dapat memproses benang daur ulang menjadi lembaran-lembaran kain tenun secara manual.
 
"Misi kami sangat sederhana, pemberdayaan masyakarat lokal sekitar dan membantu perekonomian warga, terutama bagi mereka yang terdampak pandemi covid-19. Ke depannya, Pable akan mempersiapkan pengolahan limbah post consumer recycled yang merupakan limbah rumah tangga berbahan dasar kain melalui sistem drop box.Target kami, sistem drop box dapat mulai dilakukan di 2022," jelasnya.
 
Saat ini Pable membuka kesempatan bagi semua pihak untuk ikut andil dalam gerakan tersebut dan menjadi Depo untuk menerima sampah tekstil masyarakat dan mensosialisasikan sistem textile waste recycle.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif