Ilustrasi pembangunan berkelanjutan - - Foto: dok MI
Ilustrasi pembangunan berkelanjutan - - Foto: dok MI

Celah Pembiayaan SDGs RI Tembus USD1 Triliun

Antara • 23 Mei 2022 13:34
Jakarta: Staf Ahli Bappenas bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati mengatakan celah pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia diperkirakan mencapai USD1 triliun.
 
"Sebelum covid-19, celah pembiayaan tahunan global untuk SDGs telah mencapai USD2,5 triliun dolar AS. Tapi angkanya melebar menjadi USD4,2 triliun karena pandemi," kata Vivi dalam webinar side event G20, Senin, 23 Mei 2022.
 
Untuk menutup celah tersebut, selama ini negara-negara di dunia membuat pembiayaan campuran yang mengkombinasikan investasi dari pemerintah dan swasta dalam sejumlah program SDGs. Namun, dengan pelebaran celah pembiayaan, sejumlah penyesuaian untuk pembiayaan campuran perlu dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa penyesuaian diketahui sebagai Pembiayaan Campuran 2.0 perlu dipertimbangkan untuk menarik pembiayaan komersial, membangun kerangka umum untuk pembiayaan campuran, dan aksi efektif untuk pembiayaan campuran," terang dia.
 
Berdasarkan Convergence Report 2021, Asia telah muncul sebagai tujuan modal campuran yang semakin penting. Pada 2020, Asia menyumbang sekitar 36 persen dari transaksi terkait pembiayaan campuran, yang terutama dilakukan di Vietnam, Myanmar, dan Indonesia.
 
Pemerintah Indonesia sendiri melakukan transformasi ekonomi untuk membangun pembiayaan yang berkelanjutan dengan SDGs sebagai kerangka utama.
 
Saat ini Indonesia sedang memfinalisasi peta jalan kerangka pembiayaan nasional terintegrasi (integrated national financing framework) dan menyelaraskan implementasi SDGs dengan standar internasional.
 
"Kami telah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dengan menghasilkan roadmap keuangan berkelanjutan, taksonomi hijau, pemetaan investor SDGs, Indonesia Impact Fund, dan pengarusutamaan SDGs dalam investasi perusahaan dan kebijakan pemerintah," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif