CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.
CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir dalam peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.

PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun, 1.500 Ton Sampah per Hari Bakal Diubah Jadi Listrik

Annisa ayu artanti • 17 September 2026 22:11
Ringkasnya gini..
  • PSEL Bogor Raya 1 resmi dibangun di Galuga dengan kapasitas 1.500 ton sampah per hari dan investasi Rp2,8 triliun.
  • Proyek PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun dan beroperasi pada pertengahan 2028.
  • PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan mengurangi emisi karbon 640 ribu ton setara CO2 per tahun dan menciptakan 1.200 lapangan kerja.
Bogor: Gunungan sampah di kawasan Bogor bakal mendapat solusi baru. Pemerintah bersama Danantara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 17 September 2026.

Fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Proyek yang berada di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

PSEL Bogor Raya 1 dikembangkan untuk menangani sampah dari kawasan aglomerasi Kota dan Kabupaten Bogor. Saat beroperasi, fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau sekitar 45 persen dari timbulan sampah terolah di kedua wilayah tersebut.

Investasi PSEL Bogor Raya 1 Capai Rp2,8 Triliun

Proyek PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun. Danantara menyebut fasilitas ini juga ditargetkan menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja.

Teknologi yang digunakan berupa moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS). Teknologi tersebut dirancang untuk mengolah sampah dalam waktu relatif singkat dengan pengendalian emisi yang mengacu pada standar European Union Industrial Emissions Directive (EU IED).

Selain mengolah sampah baru, proyek ini juga diarahkan untuk membantu mengurangi beban TPA Galuga yang telah beroperasi sejak 1992.
 

Sampah Diubah Menjadi Energi Listrik

Konsep PSEL tidak berhenti pada pengurangan volume sampah. Sampah yang masuk akan diproses untuk menghasilkan energi listrik.

Danantara menyebut energi yang dihasilkan nantinya berpotensi menyuplai kebutuhan lebih dari 100 ribu rumah di Bogor Raya. Listrik tersebut akan menjadi bagian dari skema pemanfaatan energi dari fasilitas PSEL.

Dari sisi lingkungan, PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari TPA hingga 80 persen. Proyek tersebut juga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun.

Danantara Kejar Pembangunan PSEL

CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan percepatan proyek PSEL menjadi bagian dari upaya menangani persoalan sampah di Indonesia, termasuk di Bogor.

"Bergerak cepat dan profesional untuk mengatasi darurat sampah di Indonesia termasuk di Bogor. Sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, Danantara Indonesia telah bergerak cepat untuk menindaklanjuti mandat pengembangan PSEL secara terstruktur dan terprofesional, termasuk di Bogor Raya," ujar Pandu Sjahrir dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 17 September 2026.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan