Perluas Implementasi Circular Economy melalui Program RISE. (Foto: Dok. Ist)
Perluas Implementasi Circular Economy melalui Program RISE. (Foto: Dok. Ist)

Program RISE Dorong UKM Ciptakan Produk Ramah Lingkungan yang Kreatif, Fungsional, dan Terjangkau

Medcom • 05 Agustus 2026 20:51
Jakarta: Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya gaya hidup berkelanjutan terus meningkat. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan lagi membangun kesadaran, melainkan menghadirkan produk-produk ramah lingkungan yang mudah dijangkau, relevan dengan kebutuhan sehari-hari, serta memiliki harga yang terjangkau.
 
Berdasarkan survei Voice of the Consumer 2025 yang dilakukan PwC, sebanyak 62 persen responden di Indonesia mengaku khawatir terhadap dampak perubahan iklim. Meski demikian, sebagian besar responden juga mengakui bahwa isu lingkungan belum menjadi pertimbangan utama dalam aktivitas sehari-hari maupun keputusan membeli suatu produk.
 
Melihat kondisi tersebut, lahirlah Program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle) sebagai sebuah inisiatif yang bertujuan mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) menghadirkan produk berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kreatif, fungsional, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Program ini menggabungkan penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan, serta proses kurasi agar mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam produk maupun model bisnis mereka.

Mendorong Perubahan dari Kesadaran Menjadi Aksi


Melalui Program RISE, keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai konsep yang rumit ataupun eksklusif. Sebaliknya, gaya hidup ramah lingkungan diharapkan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat melalui produk-produk yang memiliki nilai guna tinggi.
 
Sebanyak 50 pelaku UKM, terdiri atas 25 usaha kuliner dan 25 usaha fesyen serta kriya, mengikuti rangkaian workshop dan mentoring intensif yang diselenggarakan bekerja sama dengan Femalepreneur Indonesia.
 
Selama program berlangsung, para peserta memperoleh pendampingan mengenai inovasi produk, strategi bisnis, pengembangan merek, hingga penerapan prinsip ekonomi sirkular agar usaha yang dijalankan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Limbah Seragam Disulap Menjadi Produk Bernilai


Salah satu hasil nyata Program RISE adalah pemanfaatan seragam bekas yang diolah kembali menjadi material baru untuk menghasilkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari.
 
Konsep upcycling tersebut menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular yang mampu mengurangi limbah tekstil sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.
 
Produk-produk hasil inovasi para UKM kemudian dipasarkan kepada karyawan perusahaan. Seluruh hasil penjualannya digunakan untuk mendukung pembelian bibit mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
 
Brand & Communication Head OCBC, Aleta Hanafi, mengatakan keberlanjutan akan lebih mudah diterapkan apabila diwujudkan melalui pilihan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
 
"Melalui RISE kami ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak harus rumit ataupun mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten," ujarnya.

Sustainability Adalah Inovasi


Program RISE juga menghadirkan desainer Billy Tjong sebagai mentor. Menurutnya, konsep keberlanjutan justru membuka ruang bagi lahirnya inovasi baru.
 
Ia menilai perubahan perilaku konsumen dan tantangan lingkungan menuntut pelaku usaha terus beradaptasi.
 
"Bagi saya sustainability adalah innovation. Ketika kita mampu melihat keterbatasan sebagai peluang, justru di situlah lahir ide, material, dan produk baru yang memiliki nilai ekonomi," ujar Billy.
 
Sementara itu, Petty S. Fatimah, Women's Entrepreneurship Advocate sekaligus Communication Strategist, menilai tren industri fesyen saat ini bergerak menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
 
Menurutnya, konsumen modern tidak hanya membeli produk, tetapi juga memperhatikan cerita, nilai, dan dampak sosial maupun lingkungan yang menyertai produk tersebut.
 
Melalui pendampingan dalam Program RISE, para pelaku UKM dibimbing untuk mengolah material daur ulang menjadi produk yang menarik, inovatif, sekaligus memiliki daya saing di pasar.

Memperkuat Ekonomi Sirkular


Program RISE menjadi kelanjutan dari berbagai inisiatif ekonomi sirkular yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir.
 
Perjalanan tersebut diawali dengan program pengumpulan seragam bekas yang tidak lagi digunakan agar dapat dimanfaatkan kembali.
 
Inisiatif tersebut kemudian berkembang menjadi pengembangan berbagai produk fesyen hasil upcycling yang melibatkan mitra-mitra sosial dengan nilai keberlanjutan yang sama.
 
Pada pelaksanaan sebelumnya, ratusan kilogram seragam bekas berhasil diolah menjadi berbagai produk baru yang menghasilkan puluhan juta rupiah untuk mendukung penanaman ribuan pohon mangrove.
 
Memasuki tahun 2026, implementasi ekonomi sirkular diperluas ke berbagai daerah, termasuk Semarang, agar semakin banyak karyawan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terlibat dalam gerakan keberlanjutan tersebut.


UKM Didorong Menjadi Motor Keberlanjutan


Melalui Program RISE, para pelaku UKM diharapkan mampu melihat keberlanjutan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
 
Dengan menghadirkan produk yang kreatif, fungsional, memiliki nilai ekonomi, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan, UKM diyakini dapat menjadi motor penting dalam mendorong perubahan menuju ekonomi hijau di Indonesia.
 
Ketika semakin banyak produk ramah lingkungan tersedia dengan harga yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat, gaya hidup berkelanjutan pun diyakini akan semakin mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan