Lugano: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat efisiensi energi setelah menyelesaikan proyek revamping Ammonia Pabrik-2. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menekan biaya produksi hingga USD14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun.
Capaian tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Deklarasi Bersama (Joint Declaration) antara Pupuk Kaltim dan Casale SA di Lugano, Swiss, pada 6 Oktober 2026 waktu setempat.
Deklarasi ditandatangani Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono dan Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi. Kedua pihak menyatakan proyek revamping telah mencapai target kinerja yang sebelumnya disepakati.
Hasil tersebut diperoleh setelah Ammonia Pabrik-2 menjalani uji kinerja selama 168 jam atau tujuh hari secara berturut-turut pada Agustus 2026. Selama pengujian, konsumsi energi pabrik tercatat turun lebih dari 10 persen. Pada saat yang sama, kapasitas produksi amonia harian meningkat sebesar 4,18 persen.
"Declarasi bersama ini menunjukkan hasil nyata proyek revamping. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama. Bagi Pupuk Kaltim, capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk selalu menerapkan operational excellence. Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra.
Efisiensi tersebut terlihat dari penurunan konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 dari sebelumnya 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Dengan demikian, konsumsi energi berkurang 4,03 MMBTU per ton amonia. Capaian tersebut bahkan melampaui target minimal efisiensi sebesar 4,00 MMBTU.
Gas bumi menjadi bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam proses produksi amonia. Karena itu, penurunan konsumsi energi secara langsung memberikan dampak terhadap biaya produksi. Selain menekan konsumsi energi, proyek revamping juga meningkatkan kapasitas produksi. Rata-rata produksi amonia kini mencapai 1.841 ton per hari, dibandingkan sebelumnya 1.767 ton per hari.
Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan kapasitas produksi sebesar 4,18 persen. Tambahan produksi diharapkan dapat memperkuat ketersediaan amonia yang menjadi salah satu bahan baku utama dalam produksi urea Pupuk Kaltim.
Proyek ini dilakukan pada fasilitas Ammonia Pabrik-2 yang telah beroperasi sejak 1984. Alih-alih membangun pabrik baru, Pupuk Kaltim melakukan modernisasi terhadap fasilitas yang sudah ada melalui pembaruan teknologi dan sejumlah peralatan.
Casale SA yang berbasis di Lugano, Swiss, merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1921. Perusahaan tersebut menyediakan layanan lisensi teknologi, rekayasa, dan konstruksi untuk fasilitas produksi amonia, urea, metanol, serta berbagai jenis pupuk lainnya di dunia.
Casale SA memiliki fokus pada proyek revamping, yakni memperbarui fasilitas yang sudah tersedia dengan tetap mempertahankan sebagian besar infrastruktur awal.
"Kami sangat bangga dapat bekerja sama dan membantu meningkatkan kinerja serta efisiensi Amonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim. Kami melihat ini sebagai awal dari kemitraan yang kuat. Kami ingin membangun pendekatan kolaborasi, bukan sekadar hubungan klien dan pelanggan, agar tujuan dapat dicapai bersama, seperti dalam proyek ini. Itulah pendekatan yang ingin kami lanjutkan ke depan, untuk bersama Pupuk Kaltim memajukan perusahaan," ujar Federico Zardi.
Dalam pelaksanaannya, revamping Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, serta CO2 removal system. Proyek tersebut juga mencakup integrasi Distributed Control System (DCS).
Dari sisi lingkungan, modernisasi fasilitas tersebut diproyeksikan turut mendukung agenda dekarbonisasi Pupuk Kaltim. Proyek ini diperkirakan dapat mengurangi emisi sekitar 110 ribu ton CO2 setiap tahun.
"Capaian ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi. Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi," lanjut Rafli.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan