Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto. FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto. FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Pengaruhi Inflasi

Ekonomi inflasi BPJS Kesehatan
Ilham Pratama Putra • 01 November 2019 13:36
Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Dalam konteks ini, penaikan iuran BPJS Kesehatan dinilai tidak signifikan.
 
"Kalau yang saya highlight kontribusinya 0,01 persen dan itu kecil sekali (dari penaikan iuran BPJS Kesehatan)," kata Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Di sisi lain, cukai rokok yang mengalami inflasi juga tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi. "Rokok sebetulnya tiap bulan ada kenaikan tipis yaitu menyumbang 0,01 persen. Jadi, nanti kalau kenaikan cukai itu tidak tidak akan terasa juga," tuturnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski mengaku tak memberi kontribusi besar, namun Suhariyanto merahasiakan persentase kontribusi cukai rokok. Dia menghindari asumsi liar terkait cukai rokok tersebut. "Kami punya excercise, tapi tidak akan saya sampaikan, karena itu hanya excercise yang masih banyak asumsi. Jadi, kami lihat nanti di Januari ya," imbuhnya.
 
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai keputusan pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk semua kelas terbilang kontra produktif. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus menjelaskan kontra produktif yang dimaksud adalah memicu gerakan turun kelas dari para anggota BPJS Kesehatan.
 
Selain itu, lanjutnya, memicu tunggakan yang lebih masif. "Jika kedua fenomena itu menguat, maka bisa menggegoroti finansial BPJS Kesehatan secara keseluruhan," kata Tulus.
 
Menurut Tulus seharusnya pemerintah tidak mengambil langkah menaikkan iuran ini tetapi melakukan beberapa langkah strategis lain, seperti melakukan pembersihan data, mendorong semua perusahaan menjadi anggota, dan mengalokasikan kenaikan cukai rokok.
 
"Jika ketiga poin itu dilakukan maka secara ekstrem kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak perlu dilakukan. Atau setidaknya tidak perlu naik sampai 100 persen," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif