Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Puspayoga membuka Rakornas  Bidang Koperasi dan UKM Tahun 2019 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 2-3 Mei 2019. (Foto: Dok. Kemenkop dan UKM)
Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Puspayoga membuka Rakornas Bidang Koperasi dan UKM Tahun 2019 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 2-3 Mei 2019. (Foto: Dok. Kemenkop dan UKM)

Kemenkop UKM Susun Regulasi untuk Koperasi Daerah

Ekonomi Berita Kemenkop UKM
Gervin Nathaniel Purba • 06 Mei 2019 12:29
Pangkal Pinang: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) merumuskan regulasi yang ramah bagi dinas-dinas Koperasi dan UKM di daerah. Hal ini dalam mendukung kebijakan pengembangan koperasi dan UKM di Tanah Air.
 
Regulasi itu dirumuskan bersama-sama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Koperasi dan UKM Tahun 2019 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 2-3 Mei 2019.
 
“Tugas Kementerian Koperasi dan UKM adalah membuat regulasi untuk memudahkan teman-teman di daerah untuk bekerja. Jadi regulasi itu memudahkan, bukan mempersulit,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Puspayoga, dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembukaan Rakornas ditandai pemukulan gong oleh Puspayoga. Rakornas dihadiri antara lain Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sekretaris Kemenkop dan UKM Rully Indrawan, Para Pejabat Eselon I, Direktur Utama BLU, Eselon II, Staf Khusus Kemenkop dan UKM, dan para Kepala Dinas yang membidangi KUMKM seluruh Indonesia.
 
“Regulasi itu memudahkan pelaku koperasi untuk melaksanakan kegiatan berkoperasi. Itu yang saya tekankan kepada teman-teman koperasi,” ujar Puspayoga, menegaskan.
 
Tujuan diadakan Rakornas untuk membangun sinergitas yang lebih kuat lagi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kelompok pemangku kepentingan lainnya. Hal ini guna mempersiapkan landasan yang lebih kokoh untuk upaya pencapaian RPJPN pada tahap akhir, yakni pada masa RPJM 2020-2025, khususnya dalam bidang pembangunan Koperasi dan UMKM.
 
“Oleh karena itu, kepada Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia berikan masukan kepada kami, karena kementerian ini tidak akan ada apa-apa tanpa teman-teman di daerah. Kami mohon saran dan masukan untuk kepentingan kita bersama,” ujarnya.
 
Penyelenggaraan Rakornas kali ini memiliki nilai strategis karena tahun ini, tahun terakhir untuk RPJM masa 2015-2019, yang merupakan tahun terakhir dari tahap ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.
 
Oleh sebab itu, tema yang diangkat adalah Sinergi Program dan Kegiatan Pusat dengan Daerah Dalam Pemberdayaan Koperasi dan UMKM untuk Bahan Rumusan Perencanaan Strategi Pembangunan KUMKM Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.
 
“Terima kasih teman-teman Dinas Koperasi dan UKM atas kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM hingga empat tahun lebih, sehingga program kementerian berjalan dengan baik, terutama mengenai reformasi koperasi untuk meningkatkan PDB koperasi. Mudah-mudahan semakin tinggi PDB tentunya semakin tinggi sumbangan ekonomi koperasi terhadap PDB nasional,” kata Puspayoga.
 
Sekretaris Kemenkop dan UKM Rully Indrawan menjelaskan bahwa Rakornas ini merupakan salah satu momentum yang sangat strategis dalam rangka melakukan akselerasi pertumbuhan dan perkembangan koperasi dan UMKM, agar lebih berkualitas yang dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
 
Selain itu, Rakornas juga merupakan salah satu rangkaian dalam proses perencanaan melalui pola koordinasi, integrasi, sinkronisasi, sosialisasi dan monitoring, serta evaluasi yang diharapkan dapat menghasilkan sebuah rumusan untuk penyusunan Rencana Strategis (renstra) Kemenkop dan UKM tahun 2020-2024. Dengan demikian dapat berperan serta dalam program pemerintah untuk melakukan pemerataan ekonomi dan pengembangan Koperasi dan UKM.
 
“Oleh karena itu, dengan pelaksanaan Rakornas ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai program dan kebijakan untuk memberikan sumbangsih dalam pembangunan koperasi dan UMKM, sehingga mampu mendukung terwujudnya pemerataan pembangunan perekonomian nasional,” kata Rully.
 
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengaku senang daerahnya dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornas 2019 oleh Kemenkop dan UKM. Oleh sebab itu, kesempatan ini akan dimanfaatkan dengan baik untuk mempelajari bagaimana membangun sebuah sinergitas antara pemangku kepentingan di daerah dalam mendukung pengembangan koperasi dan UKM sebagai sumber ekonomi yang potensial.
 
“Kami ingin koperasi kami lebih maju dan berkembang, karena kami menganggap event ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin belajar lagi dari semuannya yang hadir, terutama mereka yang sudah lama berkecimpung di bidang koperasi dan UKM,” kata Erzaldi.
 
Rakornas akan menjadi momentum bagi mereka untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Babel. Tema Rakornas sendiri sejalan dengan visi dan misi Babel, yaitu mengedepankan peran koperasi dan UKM sebagai pilar utama perekonomian masyarakat, sebagaimana tertuang dalam visi pertama Babel yang mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis agribahari.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif