Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya jagung di Desa Mojorejo Kecamatan Modo, Lamongan, Jatim (MI/M Yakub)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya jagung di Desa Mojorejo Kecamatan Modo, Lamongan, Jatim (MI/M Yakub)

Mentan Optimistis Ekspor Jagung 500 Ribu Ton

Ekonomi panen jagung jagung
07 Februari 2019 14:04
Lamongan: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimistis Indonesia mampu mengekspor jagung sebesar 500 ribu ton di 2019. Adapun angka tersebut di atas realisasi ekspor di 2018 yang sebesar 380 ribu ton.
 
"Kita bisa lihat di lapangan, sepanjang jalan yang dilalui tadi pematang ditanami jagung. Itu menunjukkan jagung sedang menguntungkan untuk petani, ini jangan diganggu," kata Amran, di Lamongan, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 7 Februari 2019.
 
Amran yang berkunjung ke Lamongan untuk panen raya jagung di Desa Mojorejo Kecamatan Modo itu menjelaskan bahwa di 2018 memang ada impor jagung sebesar 100 ribu ton. Ia menjelaskan bahwa dari hasil penelusuran Kementan saat itu ada alokasi impor gandum 200 ribu ton untuk industri pakan ternak yang tidak direalisasikan oleh pemilik alokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alasannya karena saat itu nilai dolar sedang tinggi-tingginya, sehingga petani memilih untuk membeli jagung lokal, meski dengan harga Rp5.000 per kilogram. "Ini mengakibatkan harga jagung terus naik, harga pakan naik, yang kemudian membuat peternak kesulitan," ujarnya.
 
Oleh karena itu dilakukan impor agar petani tetap untung tapi peternak juga bisa tersenyum. "Dengan melakukan ekspor 380 ribu ton dan impor 100 ribu ton pada 2018, sebenarnya masih surplus. Dan yang terpenting, kita sudah bisa stop impor jagung," ungkapnya.
 
Ia mengatakan maksimal dalam dua bulan ke depan Indonesia sudah ekspor lagi, dan produksi bisa diharapkan mencapai 500 ribu ton, dengan potensi jagung berasal dari Gorontalo, Sumbawa, dan Lamongan.
 
"Saat ini harga jagung berkisar Rp3.400 hingga Rp3.600 per kilogram. Namun karena memasuki panen raya, dalam dua hingga tiga minggu ke depan ada kekhawatiran harga hingga di bawah HPP," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif