medcom.id, Jakarta: Badan Layanan Umum (BLU) CPO Fund atau Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit menargetkan bisa mengumpulkan Rp9 triliun dari pungutan yang diambil dari para eksportir sawit dan produk turunannya.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi usai rapat koordinasi pungutan sawit bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan dana yang telah dikumpulkan dan tersisa sehingga bisa digunakan untuk tahun ini sekitar Rp6 triliun.
"Tahun ini anggaran diperkirakan akan terkumpul Rp9 triliun, sehingga totalnya untuk mendukung program B20 (campuran 20 persen diesel untuk bahan bakar) Rp15 triliun," kata Bayu di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2016).
Pemerintah menargetkan program B20 sebanyak 3,2 juta kiloliter (kl) pada 2016 atau lebih tinggi dibanding 2015 yang hanya 800 ribu kl dan 2014 yang sebesar 1,8 juta kl.
Bayu menjelaskan, nantinya dana tersebut bisa diakses oleh para petani sawit untuk kegiatan replanting. Kegiatan replanting, kata Bayu, bisa dibantu sekitar 45-50 persen dari dana pungutan tersebut. Sedangkan sisanya bisa bisa menggunakan dana sendiri atau pinjaman kredit dari perbankan.
"Pemerintah telah sediakan KUR dengan bunga sembilan persen, jadi KUR sekarang bisa digunakan untuk replanting. Itu harus dilakukan. Kalau gunakan dana sendiri juga harus kerja sama dengan bank," jelas Bayu.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan