Kemendes PDTT: Kemiskinan Turun Berkat Dana Desa

Gervin Nathaniel Purba 09 Agustus 2018 12:16 WIB
Berita Kemendes PDTT
Kemendes PDTT: Kemiskinan Turun Berkat Dana Desa
Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)
Jakarta: Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana yang cukup besar sejak 2015, melalui program dana desa yang diberikan langsung ke desa untuk pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di desa. Sedikitnya Rp187 triliun telah digelontorkan hingga 2018.

Dengan total anggaran tersebut, banyak manfaat dari dana desa dalam percepatan pembangunan desa dan peningkatan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa, di antaranya  membangun sekitar ratusan ribu kilometer jalan desa, ratusan ribu meter jembatan, puluhan ribu unit sarana air bersih, jutaan meter panjang drainase dan puluhan ribu unit PAUD, posyandu, irigasi, serta pembangunan-pembangunan lainnya yang telah direncanakan oleh desa itu sendiri.

"Dana desa ini mendapat perhatian yang sangat serius. Dengan jumlah dana besar yang masuk ke desa itu tentunya telah berdampak sebagai penunjang aktivasi ekonomi masyarakat dan berdampak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi saat menerima kedatangan sekitar 90 kepala desa dan perangkat desa asal Bulukumba, Sulawesi Selatan yang didampingi oleh Bupati Bulukumba di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Agustus 2018.



Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat menerima kedatangan sekitar 90 kepala desa dan perangkat desa asal Bulukumba, Sulawesi Selatan di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

Anwar menyakini bahwa dana desa telah memberikan nilai tambah atau manfaat bagi masyarakat desa dalam mengatasi  berbagai permasalahan, seperti kemiskinan, pengangguran, serta permasalahan lainnya yang masih terbelit di pedesaan.

"Kalau dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan menurun hingga satu digit. Menurun terbanyak disumbangkan dari desa dibandingkan kota. Oleh karena itu, saya yakin menurunnya karena sumbangsih dana desa," ujarnya.

Selain itu, tahun ini, dana desa yang digelontorkan untuk pembangunan wajib dilakukan secara swakelola atau padat karya tunai (PKT) dengan memberikan 30 persen sebagai upah kepada pekerja dari masyarakat desa setempat, sehingga dengan sistem PKT ini, angka penggangguran di desa semakin menurun.

"Kita yakin desa yang telah diberikan kewenangan dalam mengelola dana desa bisa mengelolanya dengan baik untuk kemajuan desa itu. Karena itu, pemerintah menginginkan agar dana desa bukan dihentikan tapi ingin dinaikkan," ujar Anwar.

Mengenai jumlah kenaikkan, Anwar mengaku masih belum diketahui angka pastinya. Namun, diprediksi kenaikannya sekitar Rp73 triliun hingga Rp85 triliun, tergantung dari kondisi keuangannya.

"Yang jelas dana desanya dinaikkan. Ini adalah berita baik, tinggal kalian para kepala desa, perangkat desa dan seluruh pemangku kepentingan di desa untuk turut bersama-sama mengawal dana desa ini agar betul-betul sesuai dengan peruntukkannya dalam membuat desa-desa menjadi lebih maju, berkembang dan lebih mandiri," ucapnya.



(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id