NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Industri Elektronik Ketar-Ketir Dampak Korona

Ekonomi Virus Korona industri elektronik
Antara • 17 Februari 2020 06:41
Belitung: Industri elektronik mulai khawatir pada dampak virus korona yang berkepanjangan karena bakal mengganggu pasokan komponen yang masih diimpor dari Tiongkok.
 
"Selama ini ada komponen yang hanya diimpor dari Tiongkok," kata Asisten GM PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Agus Soewadji di sela gathering dengan media di Kepulauan Bangka Belitung, dikutip dari Antara, Senin, 17 Februari 2020.
 
Ia mencontohkan ada komponen panel LED yang masih diimpor dari Tiongkok. Demikian pula dengan motor untuk lemari es. Diakuinya, komponen impor tersebut tidak diproduksi di Provinsi Hubei, Tiongkok, yang menjadi pusat wabah virus korona.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang produksinya bukan di Hubei, tapi provinsi lain di Tiongkok. Namun, karena kini pengiriman apapun dari Tiongkok diawasi ketat, maka kapal dari Tiongkok tidak mudah bersandar di pelabuhan, karena harus melalui pemeriksaan (bebas Corona)," kata Agus.
 
Akibatnya, masa bongkar muat komponen industri elektronik menjadi lebih lama, tidak sesuai jadwal produksi.
 
"Ada komponen yang akhirnya kami impor dengan menggunakan kargo pesawat terbang. Memang lebih mahal," katanya.
 
Namun, lanjut dia, daripada mengganggu produksi dan pasokan produk elektronik ke pasar, hal itu terpaksa dilakukan. Karena itulah, pihaknya berharap wabah virus korona bisa segera diatasi.
 
"Kalau wabah itu lama, bisa mengganggu pula pertumbuhan ekonomi, dan pasar elektronik turun," ujar Agus.
 
Dengan adanya wabah virus korona pada triwulan I ini, ia memperkirakan permintaan elektronik di Indonesia cenderung tanpa pertumbuhan. Namun Sharp Indonesia yang telah memiliki basis produksi untuk lemari es, mesin cuci, dan televisi, masih menargetkan pertumbuhan penjualan.
 
"Kami targetkan penjualan Sharp Indonesia bisa tumbuh 10-15 persen tahun ini, dengan mengambil 'kue' kompetitor," kata Agus.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif