Mentan Syahrul Yasin Limpo  memberi makan sapi saat kunjungan kerja di Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Antara/Umarul Faruq.
Mentan Syahrul Yasin Limpo memberi makan sapi saat kunjungan kerja di Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Antara/Umarul Faruq.

Perbankan Perlu Dukung Sektor Peternakan

Ekonomi peternakan kementerian pertanian swasembada sapi
Ilham wibowo • 17 November 2019 05:00
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan kucuran anggaran perbankan berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan inseminasi buatan (IB). Kata dia, anggaran tersebut nantinya akan dijadikan target utama dalam memperkuat swasembada daging sapi.
 
"Saya berharap bisa bicara dengan sektor lain seperti perbankan untuk menggulirkan KUR yang ada. Harapan saya, anggaran itu kita uji coba untuk langsung bersentuhan dengan rakyat, kalau misal sekarang 100 peternak melakulan inseminasi buatan, tahun depan harus jadi 200," kata Syahrul melalui keterangan tertulis, Sabtu, 16 November 2019.
 
Langkah jangka pendek, Syahrul sudah bicara dengan Danrem, Polres, Bupati dan anggota DPRD Jawa Timur agar Pasuruan menjadi contoh membangun kemampuan daging sapi yang ada di Indonesia. Kementan saat ini sudah menetapkan loka penelitian sapi potong (Lolitsapi) Pasuruan sebagai percontohan swasembada daging nasional untuk daerah lain.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara kita bicara Pasuruan dulu, tetapi nantinya untuk daerah lain juga harus mengikuti. Seharusnya semua kabupaten mampu memproduksinya, karena sama-sama memiliki potensi," ungkapnya.
 
Syahrul menjelaskan, Lolitsapi Pasuruan berhasil mengembangbiakan 1000 ekor sapi indukan yang terdiri dari 550 sapi peranakan ongole (PO), 250 ekor sapi madura, dan 200 ekor sapi bali. Padahal total sapi indukan awal hanya sekitat 700 ekor sapi.
 
Keberhasilan ini merupakan hasil program inseminasi buatan (IB) yang diuji coba di Kecamatan Grati. "Prospeknya cukup bagus, makanya ke depan wilayah Pasuruan akan dijadikan percontohan," tuturnya.
 
Adapun Lolitsapi Pasuruan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Fasilitas ini memiliki tugas mengembangkan inovasi produksi bibit unggul sapi potong lokal untuk nasional.
 
Untuk saat ini, Lolitsapi Pasuruan juga sedang melakukan riset untuk pengembangan sapi belgian blue (BB) dan sapi beranak kembar. Sapi BB dilakukan melalui teknologi transfer embrio (TE) dan inseminasi buatan (IB) dengan induk sapi PO sejak 2018.
 
Lolitsapi juga berperan dan berkontribusi terhadap Program Upsus Siwab melalui inovasi teknologi kit diagnosis kebuntingan dini dan suplementasi pakan berupa NUT-MB plus. Kit diagnosis kebuntingan dini mudah diaplikasikan di lapangan dan dapat dilakukan sendiri oleh peternak, mampu mendeteksi kebuntingan sapi mulai umur 15 hari dengan akurasi 90 persen.
 


 

(BOW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif