Kemenkop UKM Ingatkan Dekopin Evaluasi Hasil Kongres Koperasi

Gervin Nathaniel Purba 13 Oktober 2018 12:56 WIB
Berita Kemenkop UKM
Kemenkop UKM Ingatkan Dekopin Evaluasi Hasil Kongres Koperasi
Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring membuka Rakernas Dewan Koperasi Indonesia 2018 di Semarang. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Semarang: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengingatkan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan tugas yang diemban sesuai yang tercantum dalam UU 25/1992.

Selain itu Dekopin juga diminta mengevaluasi implementasi dari hasil Kongres Koperasi di Makassar pada 2017 lalu.

"Saya meminta Dekopin untuk memantau dan mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan empat tugas pokok yang diemban Dekopin. Selain itu implementasi dari rekomendasi Kongres Koperasi di Makassar juga mesti dievaluasi untuk memastikan program yang telah disusun berjalan sesuai yang ditargetkan," ujar Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Meliadi memerinci empat tugas yang diemban Dekopin. Pertama, memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi koperasi. Kedua, meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat.

Ketiga, melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan masyarakat. Keempat, mengembangkan kerja sama antar koperasi, dan antara koperasi dengan badan usaha lain.

Kepengurusan Dekopin masa bhakti 2014-2019 tinggal setahun lagi. Namun Meliadi mengatakan masih banyak yang bisa dilakukan Dekopin, khususnya untuk membuat program setahun ke depan dan juga meletakkan landasan untuk kepengurusan 2019-2014, untuk memastikan insan koperasi bisa menjadi pelaku usaha yang sejajar dengan badan usaha lain.

"Misalnya tugas memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi koperasi. Pernyataan ini kelihatan sederhana tapi maknanya sangat luas. Saya melihat Dekopin dan pemerintah, tugasnya hampir sama. Dekopin adalah partner utama pemerirntah dalam mengembanngkan koperasi. Program yang digulirkan pemerintah yaitu reformasi total koperasi yang mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi, itu merupakan tujuan kita bersama," kata Meliadi.

Lebih lanjut Meliadi berpesan agar koperasi mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Misalnya dalam hal pasar, dimana anggota koperasi pada dasarnya adalah captive market yang bisa digarap.

"Misalkan satu koperasi anggotanya 10 ribu orang. Pengurus koperasi yang jeli, akan bisa menyediakan segala keburuhan ekonomi anggotanya, mulai dari kebutuhan finansial, perumahan, pangan, dan sebagainya. "Ini sangat memungkinkan dan harus dilakukan, dan itu akan mampu mendorong pertumbuhan perkoperasian kita," ucapnya.

Sejumlah Tantangan

Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengatakan kepengurusan 2014-2019 sudah memasuki tahap terakhir. Pihaknya terus mengevaluasi sejauh mana program munas telah terlaksana dan membahas berbagai program ke depannya dalam rakernas.

Nurdin menegaskan, forum rakernas juga harus bisa memberikan masukan renstra 2019- 2024. Menurut, dengan jumlah 153.171 badan usaha koperasi dan anggota 26 536.540. orang, sebenarnya koperasi merupakan kekuatan struktural kelembagaan dan keanggotaan yang dahsyat

"Pertanyaannya apakah potensi ini sudah menjadi kekuatan ekonomi, jawabnya belum. Tapi bagi kita ini merupakan tantangan bagi kita untuk membuat pengurus koperasi semakin giat.

Tantangan yang lain adalah, generasi muda atau kaum milenial yang mungkin masih kurang pemahaman mengenai koperasi. Untuk itu, Nurdin berpesan Dekopin tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan dinamika politik dalam negeri.

"Kita harus pilih anggota dewan yang mengerti koperasi, termasuk dalam memilih presiden sekalipun," kata Nurdin.

Tantangan selanjutnya, adalah bagaimana Dekopin ikut serta dalam membangun peradaban, yang diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur yang akan mempermudah hubungan antar daerah satu dengan yang lain.

Kemudian terkait penciptaan lapangan kerja, Dekopin mengakui belum membuat pemerintah bergeming untuk membuka lapangan kerja melalui koperasi.

Selanjutnya, Dekopin berkomitmen untuk memperjuangkan terciptanya sembako murah. Dekopin memandang sembako murah merupakan hal teknis yang harus diperjuangkan koperasi.

Selain itu, Dekopin juga akan berjuang terkait penyediaan perumahan oleh koperasi bagi anggotanya. Tantangan terakhir, menurut Nurdin, adalah revolusi industri 4.0, dimana dunia digital sudah menjadi bagian dalam kegiatan perekonomian.  



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id