Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi
Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi

5 Pilar Rencana Aksi Pangan dan Gizi

Ekonomi berita kementan
M Studio • 24 November 2017 17:43
Yogyakarta: Pembangunan ketahanan pangan dan gizi sangat kompleks. Penanganannya perlu kerja sama yang harmonis dari multisektor.
 
Tiga isu utama yang disepakati untuk mengatasi masalah pangan dan gizi, pertama, transformasi sistem pertanian pangan sesuai kondisi sekarang; kedua, masalah gizi masyarakat; dan ketiga, ketersediaan lahan dan air.
 
Hal itu dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam workshop Pemantauan dan Evaluasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Provinsi Regional Tengah dan Timur di Yogyakarta, Jumat, 24 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengatasi ketiga isu tersebut, para perencana program dan anggaran diminta fokus pada daerah rentan rawan pangan berdasarkan peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan, khususnya prioritas tiga dan empat.
 
"Di era global, persaingan terjadi di seluruh bidang usaha. Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam memenangkan persaingan, terutama menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan memiliki keterampilan, serta berdaya saing tinggi," kata Agung.
 
Kekhawatiran terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia berawal pada masalah gizi saat usia dini. "Pendekatan yang efektif untuk memperbaiki status gizi adalah dengan melibatkan berbagai sektor terkait," tegas Agung.
 
"Pemerintah berkomitmen, kita siap mencapai target SDG’s, menurunkan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja di pedesaan dan memberantas masalah terkait gizi buruk," kata Agung.
 
Peraturan Presiden Nomor 83/2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi (KSPG) mengamanatkan penyusunan rencana aksi nasional pangan dan gizi (RAN-PG) kepada seluruh kementerian teknis dan penyusunan rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG) oleh provinsi dan kabupaten/kota.
 
Lima pilar RAN-PG sesuai Perpres 83, yakni perbaikan gizi masyarakat, peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam, mutu dan keamanan pangan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta koordinasi pembangunan pangan dan gizi.
 
"Kelima pilar ini harus dilaksanakan secara komprehensif agar pembangunan pangan dan gizi dapat terwujud," tegas Agung.
 
Berdasarkan data pola konsumsi menunjukkan bahwa beras/nasi masih mendominasi porsi menu konsumsi masyarakat, yaitu sebesar 60 persen.
 
"Idealnya konsumsi beras/nasi hanya sebesar 50 persen agar dapat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif," jelas Agung.
 
Untuk itu, Agung mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa beras bukan satu-satunya pangan sumber karbohidrat. "Banyak sumber pangan lokal seperti umbi-umbian, sukun, jagung, sagu, dan lain-lain yang memiliki nilai gizi setara dengan beras," jelas Agung.
 
Agung mengharapkan seluruh daerah mengembangkan potensi sumber pangan lokal, khususnya peningkatan produksi bahan pangan, sumber protein hewani, sayur, dan buah.
 
Untuk memenuhi kecukupan pangan dan gizi harus didukung dengan peningkatan produksi yang bersifat ekponensial (tidak linier), dengan berbagai upaya seperti: inovasi teknologi, intensifikasi, ekstensifikasi, pendampingan, penyediaan modal usaha, dan akses terhadap pasar.
 
Badan Ketahanan Pangan memiliki beberapa program unggulan untuk mencukupi kecukupan pangan dan gizi, antara lain Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), program Kawasan Mandiri Pangan (KMP), dan Gerakan Diversifikasi Konsumsi Pangan yang ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan dan perbaikan gizi mulai dari rumah tangga.
 
Dukungan penanganan masalah pangan dan gizi, tidak hanya oleh dinas yang menangani pangan dan kesehatan, juga mitra kerja dinas baik pemerintah (lintas SKPD), swasta, bahkan lembaga masyarakat perlu dilibatkan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi.
 
Acara ini dihadiri para kepala bappeda provinsi dan kabupaten. Pembicara Deputi Menteri PPN/Bappenas bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Fasli Jalal.
 

(TRK)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif