Jakarta: PT Sinar Mas Agribusiness and Food akan mengembangkan Pertanian Ekologi Terpadu (PET) untuk membantu mendidik masyarakat desa tentang metode pertanian organik berkelanjutan.
Hal ini dilakukan untuk dapat membantu masyarakat desa memenuhi kebutuhan gizi mereka sendiri, memastikan ketahanan pangan, dan mendukung pembangunan ekonomi.
"Sejauh ini sudah ada tiga desa percontohan dengan lebih dari 60 anggota petani bergabung dengan inisiatif kami, dengan 70 persen di antaranya adalah perempuan. Kami harap para petani dapat menduplikasi proses tersebut di kebun mereka sendiri," tutur CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Barat Susanto Yang, dalam siaran persnya, Sabtu, 17 Februari 2018.
Para peserta program PET maupun keluarga mereka telah menikmati manfaat dari program ini. Setiap keluarga mampu menghemat hingga Rp300 ribu per bulan dari pemotongan belanja sayuran dan rempah-rempah yang sekarang bisa diambil dari kebun mereka sendiri.
"Mereka juga menerima Rp500 ribu setiap bulannya dengan menjual sayuran ke desa-desa sekitar dari PET, setelah dikurangi untuk kebutuhan pangan keluarga mereka," tambahnya.
Delapan desa dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di 2017.
Desa-desa tersebut adalah Tajok Kayong, Nanga Tayap, Lembah Hijau 1, Lembah Hijau 2, Siantau Raya, Sungai Kelik, Simpang Tiga Sembelangaan dan Tanjung Medan yang berada di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
Sebelumnya perseroan telah menggelontorkan Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dan sukses dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran di 17 desa di Kalimantan Barat dan Jambi.
Pada 2017, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta program DMPA telah menurun menjadi 13 titik panas dan sembilan titik api dari 25 titik panas dan tujuh titik api pada 2016; dan 423 titik panas dan 271 titik api pada 2015.
Pada tahun yang sama program ini diperluas dengan menambahkan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada pengembangan plot pertanian organik.
Program ini memungkinkan penduduk desa menanam berbagai menanam berbagai macam sayuran untuk kebutuhan pangan dan memberikan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan pertanian ke pasar lokal di Kalimantan Barat. Program DMPA telah mengurangi kebakaran di hutan, perkebunan dan lahan di daerah sekitar operasional kami dari tahun ke tahun.
"Kami ingin mengulangi kesuksesan ini di tahun 2018 dan mengajak semua pihak untuk tetap waspada disaat kita memasuki musim kering dan terus melindungi hutan dan masyarakat kita," pungkas Susanto.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan