Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Pemerintah Donasikan 5 Unit AMMDes Penjernih Air untuk Korban Gempa

Ekonomi gempa
Ilham wibowo • 21 Januari 2019 20:25
Jakarta: Lima unit alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) dengan berfungsi sebagai pengolah air jernih didonasikan untuk tiga wilayah yang terkena dampak bencana gempa di Provinsi Sulawesi Tengah. Alat yang bisa digunakan dalam beragam kebutuhan ini bakal mulai diproduksi masal pada tahun ini.
 
“Unit AMMDes yang diserahkan diperoleh dari hasil donasi yang dikumpulkan para pegawai di lingkungan Kemenperin. Bantuan ini akan diberikan secara bertahap, semoga dapat bermanfaat dan membantu bagi masyarakat terdampak,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.
 
Unit tersebut disebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Menurut Airlangga, kebutuhan air bersih sangat penting bagi masyarakat yang terkena dampak bencana guna mendukung berbagai aktivitasnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini menjadi salah satu program prioritas pascabencana. Apalagi, air sebagai kebutuhan vital,” tuturnya.
 
Airlangga menegaskan, pihaknya terus mendorong pengembangan AMMDes sebagai salah satu karya anak bangsa yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Dukungan ini juga dilakjkan Presiden Joko Widodo yang resmi meluncurkan AMMDes tersebut pada pembukaan GIIAS 2018.
 
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika menjelaskan AMMDes pengolah air jernih diserahkan langsung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kabupaten Sigi dan Donggala. Program bantuan ini merupakan hasil rekomendasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Provinsi Sulteng.
 
“Sedangkan di Kota Palu dikelola oleh Kelompok Usaha Masyarakat yang direkomendasikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu,” ungkapnya.
 
Sebelum diserahkan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan, pendampingan selama 1-2 bulan bakal dilakukan. Program bimbingan teknis pengoperasian juga telah dilakukan pada 17-18 Januari 2019.
 
Tak hanya donasi alat, Putu menambahkan, pihaknya juga menggelar program pelatihan mekanik sepeda motor kepada masyarakat yang terkenda dampak gempa di Sulteng. Upaya ini dilakukan guna menciptakan wirausaha baru di sektor reparasi sepeda motor.
 
“Program tersebut juga sejalan dengan keinginan pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), termasuk dalam hal ini adalah peningkatan kemampuan SDM di bidang perbengkelan,” paparnya.
 
Pelatihan mekanik sepeda motor yang merupakan hasil kerja sama Kemenperin dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) ini dilaksanakan secara bertahap pada 21 Januari - 8 Februari 2019 dan melibatkan 500 peserta. Lulusan SMK, guru SMK, pekerja bengkel tradisional dan mekanik binaan anggota AISI bakal ikut terlibat.
 
“Kami juga tengah menyiapkan program pilot project SMK, yang bertujuan membangun satu education center sebagai showcase di salah satu SMK di Sulteng yang dilengkapi peralatan perbengkelan dan modul pelatihan mekanik sepeda motor sesuai dengan SKKNI dan teknologi terkini,” pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi