Kepala BKP Agung Hendriadi menyaksikan keberhasilan program KRPL di Desa Sidoharjo. Foto: Humas BPK
Kepala BKP Agung Hendriadi menyaksikan keberhasilan program KRPL di Desa Sidoharjo. Foto: Humas BPK

Bukti Program KRPL Meningkatkan Ketahanan Pangan

Ekonomi berita kementan
M Studio • 23 November 2017 19:35
Yogyakarta: Dalam rentang waktu satu tahun, Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni Menoreh Indah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta berhasil mengembangkan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Desa Sidoharjo yang sebelumnya masuk kategori rentan rawan pangan kelas 2, sekarang statusnya menjadi kelas 4.
 
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyampaikan bahwa pengembangan KRPL merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan dengan mendorong masyarakat mampu memproduksi pangan sendiri.
 
"Melalui KRPL diharapkan asupan gizi keluarga dapat dipenuhi dengan mengoptimalkan lahan pekarangan untuk ditanami aneka sayuran, sehingga nutrisi keluarga menjadi beragam, bergizi seimbang, dan aman," kata Agung di Desa Sidoharjo, Kamis, 23 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agung, dengan membaiknya status gizi keluarga, otomatis ketahanan pangan dan masyarakat semakin meningkat. "Desa yang tadinya rentan rawan pangan, statusnya akan semakin meningkat," tambah Agung.
 
Dalam kesempatan ini, Agung mendeklarasikan Desa Sidoharjo sebagai desa pangan organik lestari. Dia berharap upaya warga Desa Sidoharjo meningkatkan ketahanan pangan terus berkembang, sehingga semangat ini bisa ditularkan ke desa-desa lain.
 
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan D.I. Yogyakarta Arofah Noor menegaskan, dari 16 desa yang masih rentan rawan pangan, saat ini sudah turun menjadi 10 desa.
 
"Untuk di Desa Sidoharjo ini sudah separuh warga mengikuti kegiatan KRPL, karena mereka sudah merasakan sendiri manfaatnya," ujar Arofah.
 
Ketua KWT Seruni Menoreh Indah Pujiwanti menceritakan kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan menanam aneka sayuran memberikan manfaat nyata, antara lain mengurangi pengeluaran belanja membeli sayur dan dapat mencukupi kebutuhan gizi keluarga.
 
Dalam sebulan, keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan sayur sebesar Rp500 ribu. Selain itu, anggota KWT Seruni Menoreh Indah sudah mengembangkan kebun bibit desa untuk keberlangsungan kegiatannya.
 
"Dengan adanya kegiatan ini, kami menjadi lebih produktif mengolah lahan di pekarangan untuk ditanami sayuran yang hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dan selebihnya bisa kami jual," ujarnya.
 
Selain menanam aneka sayuran dan sumber pangan lain, mereka juga memelihara ternak ayam dan lele yang dapat memenuhi kebutuhan pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman.
 
Kelompok ini juga membuat 40 jenis produk olahan makanan yang sudah masuk ke toko berjejaring yakni Tomira.
 

(TRK)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif